JUMAT, 1 FEBRUARI 2019 – Renungan Malam

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 1 February 2019        


 

MINGGU III SESUDAH EPIFANIA

KJ 34 : 1 – Berdoa

TANDA KEPEMILIKAN YESUS

Galatia 6 :15 -18
“karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus” (ay.17b)

Tanda adalah bagian dari kehidupan manusia. Setiap hari manusia berhadapan dengan berbagai tanda. Sebagai contoh, jika lampu lalu lintas berwarna merah maka para pengendara harus berhenti. Lampu lalu lintas menjadi tanda untuk ketertiban berlalu lintas. Ada tanda lain yang tidak dibuat oleh manusia tetapi, ditujukan kepada manusia juga seluruh ciptaan Tuhan. Sebagai contoh, jika kita melihat langit mendung maka itu tanda akan segera turun hujan. Artinya kita harus mempersiapkan diri untuk melindungi diri dari hujan yang akan turun. Namun, ada juga tanda yang bermakna lebih dalam daripada sekadar menciptakan ketertiban atau suatu peringatan. Tanda yang menunjukkan identitas atau jati diri kita sebagai manusia.

Bacaan malam ini berbicara mengenai tanda kepemilikan Yesus. Maksudnya adalah tanda yang menunjukkan identitas dari orang-orang yang merupakan milik Yesus. Tentu, kepemilikan di sini tidak sama dengan kepemilikan atas harta benda. Tanda kepemilikan itu mempunyai makna yang lebih dalam. Makna itu adalah suatu keselamatan yang Yesus lakukan kepada manusia melalui kehidupan dan kematian-Nya. Tanda dari makna yang dalam itu ialah salib. Saiib bukanlah tanda lahiriah seperti sunat yang ditetapkan oleh umat Yahudi. Salib merupakan tanda batiniah yang menuntut suatu sikap hidup tertentu. Sikap hidup itu adalah sikap hidup yang mengarah pada kehidupan Yesus. Paulus tidak ingin jemaat Kristen di Galatia masih terjebak pada persoalan sunat atau tidak bersunat. Bagi Paulus, sunat atau tidak bersunat bukanlah hal yang esensi dalam menjadi pengikut Kristus. Dalam tanda kepemilikan Yesus, manusia diselamatkan dan menjadi ciptaan yang baru.

Ciptaan yang baru menuntut adanya perubahan hidup dari seorang pengikut Yesus. Jika Yesus memiliki kita, maka kita harus memperhatikan bahwa kita layak untuk menjadi milik-Nya. Caranya adalah dengan mengarahkan hidup kita pada Damai sejahtera yang Yesus telah berikan bagi dunia dan manusia. Damai sejahtera inilah yang kita terima melalui tanda salib Tuhan Yesus Kristus. Oleh Karena itu, kita harus membawa damai sejahtera bagi semua orang.

KJ.34 : 2 “Disalib Yesus di Kalvari”
Doa : (Tuhan, aku bersyukur atas keselamatan yang kau beri. Ajari aku untuk setia mengikuti-Mu, Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *