JUMAT, 1 MARET 2019 – Renungan Pagi

103 Kali dibaca, Diterbitkan: 1 March 2019        


 

MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

GB 245:1 – Berdoa

MEMBAWA KEPADA YESUS (1)

Markus 7:31-37
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu. (ay 32)

Orang tuli (tidak bisa mendengar) biasanya juga bisu atau gagap (sulit berbicara dan kalaupun berbicara juga sulit dimengerti), sehingga sulit berkomunikasi. Ketika orang berbicara, dia sulit mengerti, karena tidak bisa mendengar dan ketika dia berbicara, orang juga sulit mengerti. Karena ituiah orang tuli dan bisu pasti membutuhkan bantuan dari orang-orang di sekiarnya.

Dikisahkan bahwa ada orang yang membawa orang tuli dan gagap kepada Yesus untuk disembuhkan. Orang itu memohon Yesus menyembuhkan orang tuli dan gagap itu. Permohonannya menunjukkan imannya kepada Yesus bahwa Yesus berkuasa menyembuhkan. Yesus memasukkan jari-Nya ke telinga; Dia meludah dan meraba lidah orang itu dengan ludah-Nya dan menengadah ke langit agar kuasa Allah bekerja sambil berkata: “Efata yang artinya “Terbukalah!”, sehingga kemudian orang itu bisa mendengar dan dapat berbicara dengan baik. Yesus menunjukkan diri-Nya berkuasa menyembuhkan dan terbuka serta bersedia melayani siapa saja. Yesus juga ingin menunjukkan bahwa Dia ingin membangun hubungan pribadi yang dekat dan penuh kasih dengan orang yang tuli dan gagap itu, karena Yesus tahu perasaan dan pergumulan orang itu yang mengalami keterbatasan berkomunikasi, kesendirian/kesepian dan keterasingan dari orang-orang di sekitarnya.

Saudaraku, kita tidak lagi memandang dan menyebut saudara-saudara kita yang tuli, bisu, buta, dll, sebagai orang-orang cacat, namun sebagai saudara-saudara penyandang disabilitas atau difabel (memiliki keterbatasan fisik, mental, pikiran, gerak, emosional, dll). Karena itu “membawa kepada Yesus” berarti pertama, membuka diri dan bersedia melayani saudara-saudara kita itu agar mengalami kasih Yesus dalam hidup mereka. Kedua, menumbuhkan iman saudara-saudara kita itu agar membangun hubungan yang dekat dengan Yesus, karena Dia juga pasti mengasihi dan ingin menyatakan belas kasih-Nya kepada mereka. Ketiga membantu mereka dengan penuh kasih (Ef.4:2).

GB.245:2
Doa : (Ya Kristus, mampukan kami melayani saudara-saudara kami yang difabel dan membawa mereka kepada-Mu agar mereka merasakan kasih-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *