Jumat, 12 Januari 2018 – Renungan Malam

183 Kali dibaca, Diterbitkan: 7 January 2018        


 

Minggu I Sesudah Epifania
JUMAT, 12 JANUARI 2018

Renungan Malam

PENGAMPUNAN MENUNTUT PERTOBATAN

Bilangan 14:11-19
“Ampunilah kiranya kesalahan bangsa ini sesuai dengan kebesaran kasih setia-Mu…” (ay.19)

Tuhan merasa dinista oleh kelakuan umat-Nya, padahal Tuhan hadir bersama umat di dalam perjalanan dengan tiang awan di waktu siang dan tiang api di waktu malam. Tiang awan sebagai pelindung di bawah teriknya panas dan tiang api sebagai penerang yang menghangatkan saat gelap dan dinginnya cuaca. Lalu amarah Tuhan dilampiaskan dengan hukuman penyakit sampar. Bangsa itu akan dilenyapkan dari muka bumi kecuali Musa. Tuhan berjanji kepada Musa untuk menjadikannya sebagai satu bangsa yang besar.

Dalam keadaan kritis ini Musa tampil sebagai gembala yang membela umat. Ia memohon belas kasihan Tuhan. Bahwa hukuman Tuhan akan membuat bangsa-bangsa (baik Mesir maupun di Kanaan), mengejek Tuhan sebab menurut mereka Tuhan tidak mampu menuntun umat ke Kanaan. Padahal Tuhan mampu melakukan hal itu. Karena itu atas nama umat, Musa memohon pengampunan. Dasarnya ialah bahwa Tuhan itu penuh kasih setia, panjang sabar dan telah mengampuni bangsa ini sejak awal. Akhirnya Tuhan bersedia mengampuni. Akibatnya bahwa seluruh umat ini harus mengembara lagi 40 tahun lamanya di padang gurun. Semua orang yang berusia 20 tahun ke atas yang bersungut-sungut tidak akan memasuki tanah Kanaan kecuali Kaleb dan Yosua (ayat 29 dan 30).

Meragukan kepemimpinan Tuhan di dalam hidup ini berakibat fatal. Kita bersyukur bahwa Tuhan itu panjang sabar terhadap kita yang sering memilukan hati Tuhan. Yesus Kristus telah diutusnya untuk menangggung kekerasan hati kita. Ia dengan kasih-Nya merangkul kita supaya kita tegar dalam menghadapi berbagai permasalahan.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *