Jumat 13 November 2020 – Renungan Malam

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 14 November 2020        


MINGGU XXIII SES. PENTAKOSTA

GB. 252 : 1, 2 – Berdoa

Yesaya 42 : 5 – 9

Aku Pun Sang Penyelamat

Pemulihan Tuhan sedang terjadi atas umat-Nya. Setelah mereka menjadi hamba Tuhan yang melaksanakan misi kehambaan, kini umat dipanggil untuk melakukan tugas penyelamatan (ay.6a). Misi penyelamatan yang dilakukan umat ini telah diikat oleh ikatan perjanjian antara Tuhan dan umat-Nya. Bahasa Ibrani “perjanjian” adalah karat berit yang artinya “memotong”. Melalui ritus memotong anak domba, kedua pihak yang mengikat janji akan berikrar setia selamanya. Sebaliknya, ketidaksetiaan hanya akan berakibat fatal, yaitu kematian seperti domba yang disembelih itu. Pertanyaannya, siapa yang tidak setia? Di sini umat yang sering berlaku tidak setia. Umat ungkir dan memberontak terhadap Tuhan.

Panggilan untuk setia terus dilakukan Tuhan di sepanjang lintasan sejarah. Tujuan Tuhan hanya satu, yaitu agar umat tidak melupakan misi penyelamatan yang telah diamanatkan kepada mereka. Tugas penyelamatan ini diterangkan Yesaya sebagai misi “menjadi terang”, “membuka mata yang buta”, “mengeluarkan orang hukuman” dan “mengeluarkan orang dari penjara”. Secara keseluruhan tugas penyelamatan adalah misi pembebasan. Allah adalah Sang pembebas umat-Nya. Karena itu la menghendaki, agar umat juga mengerjakan visi-Nya ini dalam laku pembebasan atas sesama yang secara fisik maupun kejiwaan menderita karena terbelenggu oleh berbagai pembatasan.

Penyelamatan Allah tidak eksklusif bagi umat semata. Allah ingin agar setelah mengalami keselamatan, umat pun berlaku sebagai sang penyelamat dalam sikap kebenaran dan kasih bagi sesamanya yang menderita.

GB. 252 : 3, 5
Doa : (Ya Tuhan, tolong jadikan kami sebagai pembebas bagi sesama yang menderita, melalui laku hidup yang sesuai Firman-Mu dan kesediaan diri untuk berkorban dengan tutus)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *