JUMAT, 15 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

70 Kali dibaca, Diterbitkan: 15 February 2019        


 

MINGGU V SESUDAH EPIFANIA

GB 55 : 1 – Berdoa

INJIL: MEMBELENGGU ATAU MEMERDEKAKAN‘?

Kisah Para Rasul 16:19-24
…. kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat. (ay.24)

Pemulihan yang Paulus lakukan kepada dukun perempuan, ternyata berimbas kepada hilangnya penghasilan para tuan dukun. Oleh karena itu mereka menjadi marah, lalu menangkap serta menyeret Paulus dan Silas ke pasar untuk diperhadapkan kepada pembesar kota (ay. 19). Mereka menuduh bahwa Paulus dan Silas sebagai orang Yahudi telah mengacaukan kota dengan cara menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan adat istiadat nenek moyang yang tidak berlaku dikalangan masyarakat. Sebab masyarakat Filipi menerapkan adat istiadat Romawi (ay. 21).

Tuduhan seperti itu telah membuai masyarakat sekitar menjadi terhasut. Mereka bangkit menyerang Paulus dan Silas. Lalu pembesar kota menyuruh mengoyakkan baju Paulus dan Silas serta menderanya berkali-kali. Setelah itu, keduanya dimasukkan kedalam penjara (ay 23).

Pertanyaannya adalah, apakah tuduhan tuan-tuan dukun itu benar, jika mengatakan bahwa Paulus telah membuat kekacauan di kota? Jawabnya tidak benar. Justru Paulus telah memperbaiki keadaan sosial dan ekonomi dikota itu Sebab dengan dipulihkannya dukun perempuan itu, tidak akan ada lagi yang melakukan praktek perdukunan yang mengandung kebohongan. Masyarakat tidak menyadari bahwa praktek perdukunan bukan saja dapat mengakibatkan kerugian material melainkan merusak moral – juga akan terputus hubungan baik dengan Tuhan sang Pencipta.

Mereka tidak menyadarinya, karena perasaaan dan pikiran mereka menjadi tertutup ketika para tuan dukun berkata tentang adat-istiadat nenek moyang. Begitu juga dengan para pembesar kota yang atas nama stabilitas keamanan, mengeksekusi Petrus dan Silas ke penjara. Sebenarnya pemberitaan tentang Injil Yesus merupakan pemberitaan yang memerdekakan. Hal ini telah dialami oleh dukun yang sudah dipulihkan, namun masih banyak pula yang menolak. Bagaimana dengan saudara dan saya, apakah pemberitaan Injil membuat kita tetap terbelenggu kuasa kegelapan atau menjadi merdeka? Percaya dan terima Yesus, hidup kita dimerdekakan!

GB 55:2
Doa : (Ya Tuhan, berikan keberanan kami menyampaikan berita Injil. Meskipun karenanya fitnah dan kekerasan, akan menimpa kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *