JUMAT, 15 JUNI 2018 – Renungan Pagi

64 Kali dibaca, Diterbitkan: 15 June 2018        


 

MINGGU II SES. PENTAKOSTA

JUMAT, 15 JUNI 2018
Renungan Pagi

KJ 443:1 – Berdoa

BERSUKACITALAH!

Filipi 3:1-11
….bersukacitalah dalam Tuhan (ay.1a)

Kata sukacita di kamus besar banasa Indonesia (KBBI} berarti sebuah perasaan bersuka, bergirang dan senang. Setiap orang yang bersukacita, selalu berada dalam keadaan tidak bersedih atau bersusah hati.

Di renungan pagi ini, Paulus mengajak kita untuk selalu bersukacita. la mau rnenujukkan bahwa kaaih Allah itu sangat beaar dan ajaib, sekalipun kita di daiam penderitaan dan pencobaan. Ketika menulis surat ini, Paulus berada dalam penjara di Roma menjalani hukumannya. Ia menerima dan menjalani hukumannya dengan optimis dan penuh sukacita, Karena yakin bahwa apa yang ia perbuat adalah kebaikan di dalam Kristus. Daiam suratnya ini, Paulus terus mengingatkan jemaat di Filipi bahwa masalah, pergumulan dan cobaan pasti akan menghampiri, bahkan bisa muncu! di tengah jemaat sendiri (ay.3).

Masalah intern yang dimaksud ialah adanya orang-orang Kristen Yahudi yang disebutnya sebagai “anjing-anjing”, pekerja-pekerja yang jahat dan penyunat-penyunat palsu (ay.2}. Mereka telah menjadi pengikut Kristus, namun tetap rnenjalarikan hukum Taurat dan adat istiadat Yahudi, sehingga menimbulkan perpecahan di dalam iemaat. Namun, Paulus tetap mengingatkan agar di dalam rnenghadapi semua itu, jemaat harus tetap bersukacita di daiam Tuhan, karena kebenaran, kebaikan dan keselamatan hanya ada di datarn Kristus Yesus, Tuhan dan Juruselarnat (ay.9-11).

Kemampuan Paulus untuk seialu bersukacita di daiam penderitaannya, dapat ia lakukan ketika ia sungguh-sungguh percaya dan menyerahkan hidupnya hanya kepada Tuhan. Paulus sungguh yakin Tuhan tidak akan pernah lalai menjaga, memelihara, mengasihi bahkan memberkati kehidupannya. Ia pun percaya, sekalipun harus menderita dan bahkan rnengalami kematian, kemenangan dan kekekalan akan diberikan Tuhan kepadanya. Uniuk dapat bersukacita di dalam penderitaan, diperiukan sikap hati merendah di hadapan Tuhan. Mari serahkan diri kepada Tuhan dengan kerendahan hati agar Tuhan menjaga, meiindungi dan menguatkan kita dalam menjaiani arus kehidupan ini. Mari bersukacitalah!

KJ.443 : 2
Doa : (Tuhan, kami serahkan hidup kami hanya kepada-Mu, Karena kami yakin sekalipun kami mengalami pergumulan, kami dapat selalu bersukacita karena kasih-Mu nyata bagi kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *