JUMAT, 16 NOVEMBER 2018 – Renungan Pagi

14 Kali dibaca, Diterbitkan: 16 November 2018        


 

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA

KJ.450 : 1 – Berdoa

SALING BERTOLONG-TOLONGAN

Galatia 6:1- 6
Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri (ay.3)

Realitas sebuah perjalanan pelayanan gerejawi seringkali dihadapkan dengan beberapa orang yang selalu merasa diri berarti, bahkan tidak jarang ada yang merasa bahwa sebuah kegiatan gereja tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan atau kehadirannya. Lebih mengenaskan lagi ketika ada orang merasa bahwa gedung gereja yang dipakai beribadah itu jika bukan karena dia, maka gedung gereja itu tidak akan berdiri. Ia merasa sangat berjasa dalam mendirikan gedung gereja tersebut. Hal ini bukan saja terjadi di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah Pos Pelkes.

Bacaan firman TUHAN di pagi hari ini mengemukakan tentang esensi sebuah hubungan diantara manusia yang saling membutuhkan, di mana realitasnya bahwa sebagai manusia kita wajlb saling tolong menolong, bantu membantu: “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus (ay. 2). Hal ini hendak menjelaskan bahwa kehadiran kita sebagai manusia, orang percaya dalam hidup berdampingan dengan sesama, di setiap kegiatan gereja dan masyarakat, kita bukanlah orang penting dan berarti yang merasa bahwa tanpa kita semua tidak akan berjalan dengan baik. Hal yang hendak diajarkan disini adalah keikut-sertaan kita dalam setiap kegiatan gereja dan masyarakat untuk membantu atau menolong sesama. Itu semua dalam rangka memenuhi hukum Kristus yakni: Kasihilah sesamamu manusia, seperti dirimu sendiri (bdk. Mat. 22:39).

Hari ini kita diajak untuk memenuhi hukum Kristus yakni saling bertolong-tolongan, meringankan beban sesama kita. Marilah kita saling menolong, siapapun dia yang TUHAN hadirkan disekitar kita, tanpa memandang suku, agama, status sosial dan jabatan. Dengan demikian kita mewujudkan kasih Kristus.

KJ. 450 : 5
Doa : (TUHAN, mampukan kami untuk memenuhi hukum kasih)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *