Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

JUMAT, 17 MEI 2019 – Renungan Pagi

 

MINGGU III SESUDAH PASKAH

KJ.190:1,2 – Berdoa

IMAMAT YANG SEJATI

Ibrani 10:19-25
“…oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus” (ay.19)

Pada suatu hari di kebun binatang seorang anak jatuh ke dalam lubang beruang. Semua orang tampak ketakutan. Tiba-tiba seorang pria melompat turun, berjuang melawan beruang itu. Pria dan anak itu berhasil diselamatkan. Semua orang bertepuk tangan, bagi tindakan heroik pria itu. “Anda begitu berani terjun untuk menyelamatkan anak kecil ini. Kami berterima kasih atas pengorbanan Anda! Mungkin Anda ingin menyampaikan sesuatu?” Pria itu menyambar mikrofon dan berkata: “Anda tidak perlu berterima kasih pada saya. Saya ingin tahu: Siapa yang mendorong saya tadi hingga jatuh kebawah?” Apa yang dilakukan pria ini ternyata sebuah kecelakaan, bukan suatu pengorbanan. Dia sama sekali tidak berniat menyelamatkan anak kecil itu. Justru dia merasa sebagai korban.

Berbeda dengan itu, peran seorang imam berdiri membawa korban syukur, korban pengakuan dosa kepada Allah. Dulu, orang Israel tidak memiliki akses langsung ke ruang Mahakudus. Sekali setahun diwakili oleh imam besar mereka membawa persembahan korban (lb.9:7). Namun, melalui kematian Yesus di kayu salib, maka Yesus telah menjadi imam Besar yang mempersembahkan tubuh, darah-Nya sebagai persembahan korban yang sempurna untuk selamanya (ay.19), sehingga jalan baru tersedia. Dulu, ketika seseorang akan masuk ke Bait Allah, Ia harus menyucikan dirinya, serta membawa korban persembahan syukur, baru boleh masuk. Bagaimana dengan peribadahan dan sikap kita saat memberi persembahan syukur kepada Tuhan?

Banyak orang Kristen asal saja beribadah memberi persembahan syukurnya. Beribadah hanya secara rutinitas, ritual dan liturgis. Bahkan, sepanjang ibadah ada yang main gadget, HP atau ngobrol, tidur makan permen. Datang sudah pertengahan ibadah, pulang sebelum berkat. Penulis Ibrani menasihatkan, agar menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan iman yang teguh. Jangan menjauhkan diri dari persekutuan ibadah kita, seperti dibiasakan beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

GB.164: 1,2,3
Doa : (Ya Bapa, ajar kami tekun bersekutu dengan-Mu sebagai mengungkapkan syukur atas kasih dan pengorbanan-Mu bagi kami)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya