Jumat, 19 Januari 2018 – Renungan Pagi

100 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 January 2018        


 

Minggu II Sesudah Epifania

Jumat, 19 Januari 2018
Renungan Pagi

HIDUP KARENA PERCAYA

Yohanes 8:30-32
“Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap di dalam firman-Ku kamu benar-benar adalah murid-Ku…” (ay.31).

Perikop dimulai dengan kalimat: Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepadaNya (ayat 30). Apa yang dikatakan Yesus sehingga yang mendengar menjadi percaya? Pada ayat-ayat sebelumnya, Yesus mengatakan, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” (Yoh. 8:12). Yesus pun mengatakan, “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.” (Yoh. 8:21). Yesus adalah terang dunia dan Dia berasal dari Bapa . Inilah yang dikatakan Yesus, banyak orang mendengar dan menjadi percaya. Yesus menjamin keselamatan dan kehidupan kekal kepada orang yang percaya kepada-Nya.

Menjadi percaya kepada Tuhan berhubungan dengan kehidupan yang sedang berlangsung dan kehidupan selanjutnya. Persoalannya tidak berhenti hanya menjadi percaya. Tetapi menjadi percaya berarti mengenal Dia dan mengikuti Dia yang kita percayai dengan ketaatan sesuai dengan apa yang menjadi maksud Tuhan bagi kehidupan setiap orang percaya. Apa yang harus dilakukan oleh orang percaya kemudian? Yesus katakan, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengenal keberanan, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (ayat 31-32). Untuk mempertahankan iman maka setiap orang percaya harus tetap di dalam firman Tuhan. Dan tindakan tetap di dalam firman Tuhan bukan tindakan diam atau pasif tetapi tindakan aktif. Jika diam di dalam Firman Tuhan berarti pula melakukan apa yang Ia katakan. Dengan demikian iman akan bertumbuh. Kehidupan orang percaya akan terus mengalami pertumbuhan dan semakin mengenal siapa Yesus. Mengenal Yesus berarti mengenal kebenaran Allah dan hidup di dalam-Nya. dengan mengetahui kebenaran Allah maka orang percaya akan mengetahui pula bahwa mereka sudah dimerdekakan dari perhambaan dosa. Orang percaya yang sudah dimerdekakan tidak akan lagi hidup sebagai hamba dosa tetapi ia akan hidup sebagi orang merdeka yang mengabdi kepada Allah, artinya melakukan apa yang menjadi kehendak Allah.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *