JUMAT, 19 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

43 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 October 2018        


 

KJ.299 – Berdoa

SUKACITA MENGUCAP SYUKUR

Kolose 1 : 3 – 8
Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu….(ay.3)

Mengucap syukur akan menjadi sulit apabila kita selalu melihat apa yang tidak ada dalam kehidupan kita. Jika orang lain punya mobil dan kita tidak punya, kita mulai stress dan menyalahkan banyak pihak, termasuk Tuhan. Jika orang lain punya uang banyak, kita juga akan meratapi nasib dompet kita yang tidak setebal dompetnya. Lain halnya jika kita melihat apa yang kita miliki. Cobalah renungkan, apa yang kita anggap biasa bisa jadi merupakan sesuatu yang luar biasa bagi orang lain. Dengan kehadiran anak-anak yang sehat, kita sadar bahwa belum tentu semua orang dapat memiliki anak-anak seperti itu. Ada banyak orang yang bergumul hebat Karena anaknya sedang sakit.

Mengajarkan orang lain untuk mengucap syukur dengan apa yang dimiliki juga menjadi penekanan Paulus dalam perikop firman yang kita renungkan pada saat ini. Paulus mengajarkan banyak orang untuk mengucap syukur dengan terlebih dahulu bersyukur atas apa yang sudah Tuhan anugrahkan dalam hidupnya, yakni orang-orang yang penuh kasih dan melengkapi sukacitanya. Paulus memang tidak punya uang yang banyak tapi ia punya kasih yang banyak dan berbagai pihak. Mensyukuri apa yang ada membuat hidup Paulus menjadi semakin melimpah. Dengan demikian, ia dapat terus berdoa bagi setiap orang yang menjadi bagian dalam pelayanannya (ay.3). Paulus mengingatkan kita bahwa dengan bersyukur atas apa yang kita miliki, tabung sukacita kita hendaknya selalu penuh. Tidak bisa dibayangkan jika Paulus mengeluhkan apa yang tidak ia miliki (kekayaan melimpah, anak yang yang banyak, kendaraan yang mahal, tentu kita tak akan pernah membaca ungkapan syukur hatinya. Mari kita awali hari ini dengan mengucap syukur. Coba praktikan doa mengucap syukur. Ini sebuah latihan spiritual yang menolong kita mengasah diri untuk bersyukur. Isilah doa kita dengan terus mengulang kalimat syukur, misalnya “Ya Tuhan, pagi ini saya bersyukur untuk… saya juga bersyukur untuk… pada akhirnya tak lupa saya juga bersyukur untuk… terpujilah nama-Mu ya Tuhan, sumber ungkapan syukurku. AMIN.

KJ.299
Doa : (Ya Tuhan, biarlah kami terus mengucap syukur dan memuliakan nama-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *