Jumat, 26 Januari 2018 – Renungan Malam

156 Kali dibaca, Diterbitkan: 23 January 2018        


 

Minggu III Sesudah Epifania

Jumat, 26 Januari 2018
Renungan Malam

MENANTI KEADILAN ALLAH

Ayub 21:1-15
“Dengarkanlah baik-baik perkataanku dan biarkanlah itu menjadi penghiburanmu.” (ayat 2)

“Tuhan tidak adil!”. Kalimat tersebut seringkali terlontar dari mulut kita yang merasa bahwa Tuhan tidak melakukan apa yang seharusnya Ia lakukan, yaitu segera menghukum orang fasik dan keturunannya. Kita geram karena Tuhan seakan-akan bungkam dan tidak peduli terhadap orang-orang benar yang ditindas dan diperlakukan sewenang-wenang oleh orang fasik. Kita marah melihat nasih orang fasik yang selalu mujur dan bahagia. Berbeda dengan orang benar, menurut Ayub, orang fasik berjaya di dumia bahkan meninggal dengan tenang (ayat 13). Pertanyaannya bagi kita adalah benarkah Tuhan tidak adil? Siapakah yang dapat mengukurnya? Apakah kita, yang notabene juga sering berlaku fasik, layak untuk menilai dan menghakimi Tuhan? Jawabannya, tidak.

Saudaraku, adil adalah karakter pribadi Allah. IA tidak dapat dibujuk ataupun disuap untuk berlaku tidak adil terhadap manusia. Namun keadilan Allah ditegakkan-Nya sesuai dengan waktu dan cara yang diperkenan-Nya, baik untuk mendidik orang fasik supaya mereka bertobat dari jalannya yang sesat maupun untuk menghukum mereka sesuai dengan tingkah lakunya. Karena itu, sebagai orang percaya, kita tidak perlu ragu akan keadilan Allah. Cepat ataupun lambat, keadilan pasti ditegakkan-Nya.

Yang perlu kita lakukan sambil menantikan keadilan Allah adalah konsisten melakukan pekerjaan-pekerjaan baik berdasarkan kasih dan kebenaran, meskipun sikap tersebut tidak selalu mudah dan aman. Kita tetap melakukannya dalam keyakinan dan pengharapan bahwa Tuhan pasti mewujudkan keadilan sebagaimana dinantikan oleh mereka yang taat dan setia kepada perintah, peringatan dan larangan-Nya. Mari saudaraku, sabarlah menanti keadilan Allah. Jangan gegabah bertindak terhadap sesama, jangan pula lekas kecewa dan marah terhadap Tuhan. Percaya saja, Tuhan sedang bertindak dan IA tidak akan mengecewakan kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *