Jumat, 29 Desember 2017 – Renungan Pagi

105 Kali dibaca, Diterbitkan: 26 December 2017        


 

MINGGU ADVEN IV
JUMAT, 29 DESEMBER 2017

Renungan Pagi

PESAN PLAKAT

Ulangan 5:22
“Firman itulah yang diucapkan TUHAN… Ditulis-Nya semuanya pada dua loh batu” (ay.22)

Pemerintah Kota Pare Pare melalui Dinas Olahraga, Pemuda dan Pariwisata pada bulan Desember 2016 yang lalu mengajukan permintaan ijin untuk memasang Marka Cagar Budaya di lokasi Gedung Gereja GPIB Immanuel Pare Pare sehubungan proses pengkajian dan dugaan bahwa Gedung Gereja saat ini sebagai ‘Bangunan Cagar Budaya”. Sebelum mendapat penetapan definitif statusnya sebagai bangunan cagar budaya saat ini dipasang sebuah plakat berukuran 40cm x 30cm berbahan metal pada dinding luar depan gedung gereja. Tertulis sebagai prolog pada plakat yang dibuat Pemerintah Kota dimaksud: “GPIB IMMANUEL merupakan Gereja Protestan Pertama di Pare Pare yang diresmikan pada tanggal 22 Desember 1931 oleh Pendeta W. W. De Costa. Jaga, Lindungi, Lestarikan” Status: Bangunan Cagar Budaya (Dugaan/-Kajian)…”. Menuju penetapan definitifnya dalam ketulusan perlu secara kontekstual didalami makna kehadiran Gereja ini di tengah perjumpaannya dengan realitas sosial dan ruang terbuka publik di Kota Pare Pare. Merekonsturksi ‘pesan plakat’ seiring kenyataan bahwa gereja secara baru terus-menerus menerjemahkan ragam wujud kearifan memadu-menata Persekutuan, Pelayanan dan Kesaksiannya.

Terdokumentasikannya Dekalog sebagai ‘Kanon Yuridis Formal’ dalam wujud prasasti bagi Israel sebagai umat yang dicintai Alah merupakan karya monumental di mana Allah sendiri dalam rancang-bangun jalan Keselamatan-Nya mematri janji-Nya dengan moyang Israel menuju pemenuhannya di Tanah Terjanji. Dalam bingkai ketaatan dan kesetiaan, umat Israel diamanatkan menata pesan mendalam dari isi ‘Dua Loh Batu” ini dan menerjamahkannya dalam ruang kehidupan secara kontekstual dan bermartabat.

Memulai mengisi hari ini marilah melangkah dengan mengasah kepekaan atas apa yang tersurat dan yang tersirat dari setiap perjumpaan kita dengan ragam peristiwa sebagai sebuah pesan. Simpul-simpul niat hati yang tulus berbakti moga dirajut indah dalam pengabdian sejati bagi sebuah karya yang dituai dari pesan “Plakat Kehidupan” tentang kasih setia Allah yang tak bertepi.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *