JUMAT, 3 AGUSUS 2018 – Renungan Pagi

25 Kali dibaca, Diterbitkan: 3 August 2018        


 

JUMAT, 3 AGUSUS 2018
Renungan Pagi

KJ.454 : 1 – Berdoa

ALLAH ADALAH ANDALAN UTAMA

Mazmur 69:1 -13
“Selamatkanlah aku, ya Allah, sebab air telah naik sampai keleherku! (ay.2)

“Mama” itulah ungkapan yang sering diucapkan oleh orang ketika secara tiba-tiba dia diminta mengatakan sesuatu kepada orang yang dicintainya. Juga adalah kata pertama yang sering diucapkan oleh seorang bayi. Mengapa Mama? Karena ibu adalah pribadi yang paling dekat bagi seorang manusia. Ibulah yang memberi bayi makan yang pertama. Sebelumnya, sembilan bulan lama jabang bayi itu hidup tergantung pada ibunya di dalam kandungan ibunya. Pada saat genting seperti itu orang terdekat adalah tempat berteduh.

Itu hakikat teriakan Pemazmur 69 ini ketika ia berada pada saat kritis. Kehidupan pribadi yang didesak oleh berbagai masalah terutama dari sesama yang tidak menyenanginya menempatkan Pemazmur dalam situasi krisis itu. Pemazmur yang diindentifikasi sebagai Daud, menggambarkan betapa orang yang besar, dihormati dan ditakuti, tokoh dalam kehidupan bangsa Israel, juga bisa berada dalam situasi krisis. Ia bukanlah sebuah robot yang tidak berperasaan. Ia adalah seorang manusia, sehingga ketika terjadi krisis, reaksi kemanusiaan itulah yang keluar, yaitu orang yang terdekat dalam kehidupannya. Allah, adalah pihak yang terdekat dalam kehidupan Daud. Sudah tentu ibunya adalah individu terdekat bagi Daud. Akan tetapi ketika ia berseru kepada Allah, maka itu menunjuk kepada pihak terdekatnya secara politik yang adalah Allah, sumber dan kekuatannya.

Semua orang mengalami krisis, tetapi cara mengatasi krisis itulah dasar menyelesaikannya. Pemazmur menunjukkan dasarnya, yaitu datang kepada Allah. Sering manusia merasa terlalu yakin akan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan krisis dan lupa pada Tuhannya. Kalau pun Tuhannya diingat, sering orang lupa bahwa Tuhannya punya waktu dan situasi tertentu untuk menjawab seruan minta tolong itu. Itu tidak berarti orang harus meninggalkan Tuhannya. Pemazmur menegaskan hal itu, Tuhan adalah pemecahan atas krisis manusia.

KJ.454 : 2
Doa : (Ampuni kami Tuhan apabila kami sering tidak melibatkan Tuhan dalam krisis kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *