JUMAT, 5 JULI 2019 – Renungan Malam

32 Kali dibaca, Diterbitkan: 5 July 2019        


 

MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA

GB.84 : 1 – Berdoa

MELAKUKAN KEBAIKAN BUKAN SEBAGAI KEWAJIBAN, TAPI SEBUAH TANDA KEHIDUPAN

Kisah Para Rasul 9 : 36 – 43
“Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah” ( ay. 36b)

Sebuah pernyataan, “Jika engkau berdoa dan membaca Alkitab selama berjam-jam setiap hari, tidak akan membuat Tuhan makin baik padamu.” Kenapa? Karena faktanya, Tuhan sudah sangat baik sebelum kita mengerti berlaku baik pada-Nya, tetapi perbuatan baik kita adalah sebuah cara mensyukuri kebaikan-Nya. Jadi, kebaikan kita tidak mengubah apa-apa dari fakta kebaikan-Nya yang tidak bersyarat.

Alkitab menuturkan, ada seorang murid perempuan bernama Tabita (bahasa Yunani : Dorkas) yang tinggal di kota Yope, banyak berbuat baik dan memberi sedekah. Dengan menyimak kata baik, dapat dipahami bahwa kebaikan yang dilakukan bukan suatu kewajiban agamawi yang bertujuan supaya kehidupan dipermudah Tuhan dan terhindar dari masalah. Sebab kenyataannya, dituturkan dalam Alkitab bahwa Tabita sakit lalu meninggal. Kebiasaan berbuat baik selama hidupnya, sungguh telah menghadirkan rasa kehilangan mendalam dihati murid-murid lainnya, sehingga mereka segera berinisiatif meminta Petrus datang dari kota Lida untuk turut melihat dan melakukan sesuatu menurut kehendak Tuhan dalam situasi dukacita itu (ay.36-39).

Respon Petrus pun turut menunjukkan betapa kebaikan yang lahir sebagai tanda mensyukuri kasih dan kuasa Tuhan telah menghadirkan kuasa Tuhan yang mengubah dukacita menjadi sukacita oleh peristiwa mujizat bangkitnya Tabita dari kematian. Peristiwa itupun menjadi kesaksian yang membangkitkan banyak orang Yope menjadi percaya kepada Tuhan (ay.40-42).

Lalu, bagaimana dengan kebaikan kita saat ini? Masihkah sebatas kewajiban agamawi atau buah dari kehidupan mensyukuri kasih-Nya? Secara sederhana jika kita menyatakan kebaikan sebagai tanda mensyukuri kehidupan yang dianugerahkan Tuhan, maka bukanlah hal yang sulit jika kita turut ambil bagian dalam mengubah dukacita banyak orang menjadi sukacita lewat ikut serta mendukung dan mendoakan pelayanan Yayasan Diakonia gereja kita GPIB. Jadi, jangan hanya bangga mendengar kemajuan Yayasan Diakonia, banggalah jika Tuhan memakaimu menyatakan kebaikan didalamnya, itulah syukur hidupmu.

GB.84 : 2
Doa : (Tuhan Yesus, mampukan kami berlaku benar dan melakukan kebaikan sebagai gaya hidup sebab keselamatan yang kami terima dari pada-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *