JUMAT, 5 JULI 2019 – Renungan Pagi

46 Kali dibaca, Diterbitkan: 5 July 2019        


 

MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA

HUT Yayasan Diakonia GPIB

KJ.26 : 1 – Berdoa

JADI ALAT, BUKAN MEMPERALAT TUHAN

Kisah Para Rasul 9 : 32 – 35
” ,… melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan ” (ay.35)

Mengharapkan pertolongan Tuhan adalah doa dan kerinduan semua orang. Terutama pada saat seseorang diperhadapkan dengan pergumulan yang tidak ringan dan dalam waktu panjang. Seorang bernama Eneas yang telah delapan tahun terbaring ditempat tidur karena lumpuh (ay.33), menjadi contoh untuk mewakili gambaran situasi kehidupan yang tidak mudah dan hari-harinya penuh penantian akan jawaban bagi kesembuhannya.

Perjumpaan Petrus dengan Eneas dalam persinggahannya di kota Lida, dapat kita yakini sebagai cara Tuhan menjawab pergumulan dan penantiannya selama delapan tahun, dimana Tuhan memakai Petrus menjadi alat untuk menyatakan kasih dan kuasa-Nya. Melalui pelayanan Rasul Petrus, akhirnya Eneaspun mengalami kesembuhan dari kelumpuhan dan segera bangkit dari tempat tidurnya (ay.32,34). Kejadian menakjubkan itu disaksikan oleh semua penduduk kota Lida dan Saron. Hal ini yang kemudian membuat mereka berbalik kepada Tuhan. Sesuai namanya, Eneas (Yunani) yang berarti: “bersyukur” (menurut Kamus Alkitab), telah mengalami rasa syukur besar atas berkat kesembuhan yang diterimanya.

Apakah yang lebih bermakna bagi hidup kita, selain rasa syukur atas pertolongan dan berkat Tuhan. Melalui peristiwa Petrus menyembuhkan Eneas ini kita melihat bagaimana Allah memakai dia sebagai alat pekerjaan-Nya yang luar biasa. Oleh sebab itu setiap kita juga harus rela dipakai Tuhan menjadi alat-Nya untuk menarik
banyak orang berbalik kepada Tuhan. Jika tidak demikian, maka rasa bangga dan syukur kita atas pertolongan Tuhan, tidak lebih dari sebatas memperalat Tuhan.

Dalam rangka mensyukuri HUT Yayasan Diakonia, marilah kita menyadari bahwa melalui dukungan dan partisipasi aktif kita bagi kemajuan pelayanan Yayasan Diakonia, sejatinya kita sedang merelakan diri dipakai Tuhan sebagai alat di tangan-Nya untuk menarik banyak orang berbalik kepada Tuhan. Kiranya kita meyakini, rasa syukur tidak hanya karena pergumulan hidup kita telah dijawab Tuhan, tetapi rasa syukur yang lebih bermakna adalah saat pergumulan orang lain terjawab lewat dukungan yang kita berikan melalui pelayanan Yayasan Diakonia GPIB.

KJ.26 : 3
Doa : (Tuhan, jadikanlah aku alat bagi-Mu, sehingga melalui kehidupanku banyak orang mengenal dan memuliakan nama-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *