JUMAT,15 MARET 2019 – Renungan Pagi

11 Kali dibaca, Diterbitkan: 15 March 2019        


 

MINGGU VI PRAPASKAH

KJ.453:1 – Berdoa

TEMAN SEJATI DAN TEMAN PALSU

2 Timotius 4:10-12
Karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku (ay.10).

Memiliki banyak teman tentu sebuah kebahagiaan. Tetapi bagaimanakah kita tahu siapa di antara mereka yang sejati dan yang palsu? Sebuah kutipan populer menyatakan: Fake friends are like shadows; they follow you in the sun, but leave you in the dark (“Teman palsu itu seperti bayangan; mereka mengikutimu ketika siang, tetapi meninggalkanmu ketika malam”). Itu berarti teman
sejati adalah teman yang setia dalam segala kondisi. Sedangkan teman palsu hanya bersedia mendampingi kita ketika keadaan aman dan bahagia, namun meninggalkan kita kala bahaya dan derita. Itulah Demas alias Demetrius. Semula, ia adalah rekan sepelayanan Paulus yang turut dipenjara karena pemberitaan Injil (Kol. 4:14; Flm. 24). Tetapi kemudian Demas meninggalkan Paulus dan kembali ke Tesalonika, tempat asalnya, karena ia lebih tertarik pada urusan pribadinya. Sikap Demas tersebut berbeda sekali dengan sikap Kreskes, Titus, Tikhikus, dokter Lukas, Markus dan Timotius. Kelimanya adalah rekan sepelayanan Paulus yang tetap setia, baik dalam pemberitaan Injil, dalam menghaolapi tantangan apapun, maupun dalam mendampingi Paulus yang tengah menanti keputusan pengadilan dalam penjara di Roma. Belajar dari pengalaman Paulus, kita diingatkan kembali tentang arti, tujuan dan manfaat pertemanan. Pertama, bahwa pertemanan adalah ikatan luhur yang berharga! Karena itu pertemanan haruslah dipelihara dan dikembangkan melaiui sikap saling menghargai, saling peduli, dan rela berkorban satu terhadap yang lain. Kedua, bahwa pertemanan hanya dapat bertahan lama jika kita sedia membangunnya di atas kejujuran dan ketulusan. Kita menjadi teman bagi sesama bukan karena ingin mencari keuntungan pribadi hingga tega memanfaatkan/memanipulasi mereka! Sebaliknya, kita berteman karena kita ingin saling melengkapi di tengah perbedaan dan keunikan yang kita miliki. Ketiga, bahwa pertemanan dapat menjadi salah satu cara kita melayani dan meneladani Allah, Sang Teman sejati, yaitu dengan mengasihi setiap teman, terutama mereka yang papah dan susah. Bersediakah kita menjadi teman sejati hari ini?

KJ.453 : 2
Doa : (Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk bersikap ramah dan tulus kepada setiap teman yang Engkau hadirkan dalam kehidupan ini)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *