Kamis, 1 Maret 2018 – Renungan Pagi

102 Kali dibaca, Diterbitkan: 1 March 2018        


 

Minggu V Pra Paskah

Kamis, 1 Maret 2018
Renungan Pagi

TETAP SENYUM

2 Petrus 3:1-8
“Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hjari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya” (ayat 3)

“Salam suka dan duka ‘ku kan tetap tersenyum, diejek dihina ‘ku kan tetap tersenyum kar’na ku tahu Tuhanku Yesus sertaku…”, demikian sebagian syair lagu anak-anak ini. Lagu tersebut selaras dengan pesan firman Tuhan hari ini yang mengajarkan menjaga kemurnian hati dalam kebenaran dan kasih Allah. Kebenaran, kehormatan dan keselamatan kita tidak ditentukan oleh perbuatan orang yang merendahkan kita, sebab Tuhan Yesus menebus kita dengan darah-Nya yang jauh melebihi nilai emas dan perak sekalipun (1 Petr. 1:18-19).

Dalam Surat Petrus ini Jemaat Kristen diingatkan untuk berpegang teguh pada kebenaran firman Allah yang disampaikan para nabi yang diperintah Tuhan Yesus melalui pengajaran para rasul (3:1-2). Karena masa kini adalah hari-hari zaman akhir, masa antara kedatangan Kristus pertama menggenapi nubuat, dan kedatangan Kristus di akhir zaman sebagai hakim (3). Pada masa itu muncul para pengejek. Mereka mengolok orang yang percaya mengenai Parousia: kedatangan Tuhan Yesus kembali sebagai hakim. Para bapa leluhur telah lama meninggal, dunia tidak berubah, tapi Yesus belum datang juga, demikian ejekan mereka (4).

Menghadapi para pengejek itu Surat Petrus mengingatkan dua hal: Pertama, tindakan Allah pada masa lampau merupakan jaminan iman kita. Dengan air bah, Allah menghapus kejahatan di seluruh muka bumi, tetapi menyelamatkan Nuh sekeluarga (6, 7). Hal itu memastikan bahwa Allah akan melakukan penghakiman di akhir zaman. Kedua, manusia hanya dapat mempersiapkan diri menanti saatnya Tuhan bertindak. Waktu Tuhan tidak dapat diukur dengan manusia. Tuhan yang menciptakan waktu. Seribu tahun bagi manusia, bagi Tuhan hanya sekejap (8). Seperti syair lagu yang dipopulerkan oleh Bob Tutupoly, “S’ribu tahun tak lama, hanya sekejap saja”. Hari ini, dalam perjumpaan dengan orang lain berilah senyum, sapaan dan salam. Jangan biarkan sikap orang lain mengubah anda, tetapi sikap anda yang murni dan benar akan mengubah mereka.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *