Kamis, 10 Mei 2018 – Renungan Malam

116 Kali dibaca, Diterbitkan: 10 May 2018        


 

Minggu V Sesudah Paskah

Kamis, 10 Mei 2018
Renungan Malam

MELIHAT KASIH SETIA TUHAN

Mazmur 85:5-8
“…Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN….” (ayat 8)

Pada sebuah perlombaan melukis dengan tema “Damai”, dua lukisan dinilai paling mencerminkan tema itu. Yang pertama menggambarkan suasana pantai yang teduh, lautan tenang dan banyak anak kecil bermain sementara orangtuanya berbincang santai. Suasananya terasa damai. Yang kedua sangat bertentangan. Lukisan ini menampakkan situasi mencekam. Ada sebuah gunung batu yang terjal dan di sekitarnya terjadi badai yang dahsyat, kilat sambar menyambar dan-kegelapan menakutkan meliputi seluruh lukisan itu. Akan tetapi, setelah diamati ada sebuah Iiang pada gunung itu. Di dalamnya ada anak burung yang sedang tidur tenang dalam dekapan hangat induknya.

Seperti lukisan kedua kira-kira pemazmur memberikan gambaran damai yang Tuhan nyatakan bagi umat-Nya. Pemazmur sadar pergumulannya sangat berat, sampai-sampai ia berpikir bahwa Tuhan sedang murka dan mendendam terhadap umat-Nya. Dalam situasi ini Pemazmur merindukan kelepasan dan pemulihan dari Tuhan. Yang menarik adalah kerinduan itu disisipi permohonan agar ia dapat melihat kasih setia Tuhan. Pemazmur yakin bahwa Tuhan Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. la senantiasa ada dengan kasih setia-Nya sekalipun terasa bahwa Tuhan sedang tidak peduli. Pemazmur memohon agar ia dapat melihat kesetiaan Allah yang penuh kasih itu dalam penderitaannya saat itu supaya ia merasa tenang dan damai.

Badai kehidupan tidak serta merta lenyap bahkan dapat terjadi dalam waktu yang lama dan bertambah. Dalam keadaan seperti ini, kita diingatkan bahwa sebenarnya Tuhan mendampingi dan melindungi kita dan membuat kita tetap tenteram. Sayangnya, ketimbang merasakan pelukan hangat Tuhan yang menenteramkan, kita lebih suka dipengaruhi oleh badai dahsyat yang mengerikan sehingga kita menjadi lemah dan gentar. Malam ini mari masuk dalam pelukan Tuhan, kasih setia Tuhan yang hangat. Mari nikmati kedamaian di dalam-Nya dalam percaya penuh pada pertolongan dan kasih karunia-Nya yang ajaib.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *