Kamis, 12 April 2018 – Renungan Malam

62 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 April 2018        


 

Minggu I Sesudah Paskah

Kamis, 12 April 2018
Renungan Malam

HIDUP YANG BERBUAH

Yohanes 15 : 15 – 17
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (ay.16)

Tuhan Yesus menjelaskan status mereka yang menjadi murid-Nya. Mereka terpilih sebagai murid Yesus karena kehendak Allah. Tugas para murid bukan sekadar berkumpul dan hanya memikirkan diri sendiri. Pilihan yang ditetapkan Yesus bagi para murid, hendak-nya menyadarkan agar mereka mempertanggung-jawabkan apa yang Tuhan sudah diberikan dengan perbuatan yang memuliakan Allah.
Rencana keselamatan Allah bukan bagi segelintir orang. Tuhan menghendaki bahwa hal pekabaran Injil menjadi tugas bersama dan sekaligus komitmen pribadi yang diperbarui dari hari ke hari. Mereka yang menanggapi dengan sungguh-sungguh, memberi diri untuk terlibat dalam pelayanan, pasti mengalami kelimpahan berkat dalam hidupnya. Janji Tuhan menjadi jaminan mutlak yang tidak perlu diragukan. Kesediaan mematuhi perkataan Yesus, membawa hidup kita semakin menikmati kasih karunia Allah yang tak berkesudahan. Saudara dapat menyaksikan kemurahan Tuhan hari demi hari saat berinteraksi dengan sesama yang membutuhkan kasih karunia Allah dalam hidupnya. Murid-murid Tuhan diingatkan aktif menjadi pribadi yang berhasil dengan cara-cara yang berkenan kepada Allah.
Sejauhmana hidup saya sudah berbuah? Pertanyaan reflektif yang hendaknya menggugah kita berbuat sesuatu sebagaimana yang dikehendaki Tuhan Yesus. Pemeriksaan diri secara menye-luruh dapat mendorong kita untuk segera melakukan apa yang dike-hendaki Tuhan. Dengan selalu bertanya ulang sudah sejauh mana hidup kita berbuah, maka kita menjadi rendah hati untuk mohon Roh Allah menyertai kita untuk melayani sesama dengan kasih Allah. Roh Kudus membantu kita sehingga dalam kelemahan kita tetap setia kepada Allah dan rindu menjadi berkat bagi banyak orang. Kita menolak menjadi pribadi yang bermasalah apalagi batu sandungan bagi datangnya damai sejahtera Allah.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *