Kamis, 12 April 2018 – Renungan Pagi

124 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 April 2018        


 

Minggu I Sesudah Paskah

Kamis, 12 April 2018
Renungan Pagi

SAHABAT TUHAN YANG DAPAT DIPERCAYA

Yohanes 15 : 9 – 14
Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat
apa yang Kuperintahkan kepadamu (ay.14)

Apa yang dapat saudara katakan jika orang sehebat Obama menyebut saudara sebagai sahabat atau temannya? Apa yang saudara dapat ceritakan jika saudara termasuk sahabat dari tuan rumah yang menyelenggarakan ibadah syukur kenaikan pang-kat? Semua dari kita sepakat bahwa betapa membanggakan jika beberapa tokoh terkenal mengakui kita sebagai sahabatnya dan mereka sepenuhnya memercayai kita.
Tuhan Yesus berbicara hubungan dengan para murid yang mengasihi-Nya. Hubungan itu bukan sekadar lagi hubungan guru dan murid dengan batasan dan tata krama tertentu. Hubungan dengan Tuhan Yesus memasuki tahapan yang lebih erat di mana Tuhan Yesus menyebut murid-Nya yang melakukan perintah-Nya sebagai sahabat. Sebutan sahabat Yesus bukan hal yang biasa tetapi jelas sebuah keistemewaan. Mengapa istimewa? Sebab yang menyebut kita sahabat adalah Yesus, Anak Allah. Dengan sebutan demikian, Tuhan Yesus menghargai apa yang sudah kita lakukan bagi-Nya. Ketaatan kita kepada-Nya benar-benar terbangun karena kita hidup di dalam kasih-Nya. Perintah Tuhan sedemikian berharga untuk dilakukan sebagaimana yang dikehendaki-Nya.
Formalisme dalam agama menjadikan beberapa orang Kristen lebih sibuk dengan kegiatan keagamaan tetapi lemah dalam pelaksanannya. Apa yang diajarkan Tuhan tentang pengampunan, tidak disikapi dengan sungguh-sungguh. Akibat-nya, konflik tetap membara dan sama sekali tidak ada komitmen untuk berdamai. Kita mengimani Yesus yang sama, namun Yesus, Jurudamai itu tidak pernah kita ikuti perintah-Nya. Mari periksa kehidupan kita, sungguhkah kita ini adalah sahabat Yesus? Benarkah kita ini adalah sahabat Yesus sebagaimana yang dikehendaki-Nya? Jika belum, berdoa mohon Roh Kudus membarui pikiran, perasaan dan perbuatan kita sehingga dapat menyenangkan hati Tuhan kita Yesus, Sahabat kita yang sejati.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *