Kamis, 14 Desember 2017 – Renungan Pagi

160 Kali dibaca, Diterbitkan: 13 December 2017        


 

MINGGU ADVEN II
KAMIS, 14 DESEMBER 2017

Renungan Pagi
GB.107 : 2 – Berdoa

KESERAKAHAN MERUSAK RANCANGAN DAMAI SEJAHTERA

Daniel 11 : 10-19
Sesudah itu ia akan memalingkan mukanya ke kota-kota benteng di negerinya sendiri; tetapi ia akan tergelincir dan jatuh dan tidak akan ditemukan lagi (ay.19)

Alkisah ada seekor anjing lapar mencuri sepotong daging dan tidak mau berbagi dengan kawan-kawannya. Namun, karena serakah ia terjun ke dalam sungai untuk merebut daging milik anjing lain yang kelihatan lebih besar. Alhasil terceburlah ia ke dalam sungai, daging curiannya hilang terbawa arus. Sadarlah anjing itu bahwa yang dilihat adalah bayangannya sendiri. Tetapi semua sudah terlambat, daging hilang dan ia tetap lapar. Pesan moral yang mau disampaikan “keserakahan mengakibatkan penderitaan”.

Kitab Daniel sebagaimana yang kita baca hari ini, menyingkapkan bagi para pembacanya tentang penghalang di masa mendatang. Salah satu yang harus diwaspadai adalah sifat serakah. Raja negeri Utara dan Raja negeri Selatan tak henti-hentinya berperang ingin memiliki kekuasaan yang besar. Akan tetapi yang didapatkan hanyalah kegagalan (ayat 12, 14, 17 dan 19). Bagi bangsa Israel yang berada dalam pembuangan harus mengingat rancangan Tuhan bagi umat-Nya adalah rancangan damai sejahtera dan hari depan yang penuh harapan (bnd. Yer. 29:11). Hanya saja rancangan Tuhan jangan dinodai dengan sikap serakah, mau memiliki lebih atau tamak. Sebab sikap serakah akan merusak damai sejahtera menjadi penderitaan (ayat 19).

Saat ini marilah belajar sedini mungkin mempersiapkan masa depan. Ingatlah masa depan sesungguhnya sudah dirancang Tuhan Allah penuh damai sejahtera. Sesuai bacaan hari ini, mulailah mempersiapkan diri memasuki tahun depan dengan belajar untuk tidak serakah. Jika hasrat untuk sukses membuat kita menjadi serakah maka hasil akhirnya akan sama seperti dongeng di atas, keserakahan akan merusak hidup damai sejahtera. Tetapi ikutilah jalan yang ditunjukkan Tuhan Allah, jalan itu adalah jalan kasih, tidak egois tetapi mau menolong sesama. Inilah jalan menuju hidup damai sejahtera.

GB.107 : 2
Doa : (Allah Bapa di Sorga tuntun kami dengan Roh Kudus-Mu supaya kami tidak serakah, tetapi mengasihi dan mau menolong sesama)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *