Kamis, 15 Maret 2018 – Renungan Malam

69 Kali dibaca, Diterbitkan: 15 March 2018        


 

Minggu III Pra Paskah

Kamis, 15 Maret 2018
Renungan Malam

DITARIK OLEH YESUS

Yohanes 12:29-36
“…apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku” (ayat 32)

Aktifitas hidup di hari ini yang penuh dengan tantangan, cobaan dan pergumulan hampir selesai kita jalani. Ternyata satu masalah dapat selesai, masalah baru juga muncul. Begitulah realitas hidup. Satu masalah selesai, eee…masalah baru muncul realitas hidup yang mungkin tidak masuk akal. Realitas hidup yang seperti ini tentu hanya dapat dihadapi oleh kekuatan khusus. Kekuatan Yesus dalam menjalankan misi-Nya dan kini Ia akan menghadapi kemuliaan-Nya datang dari Bapa.

Bagi orang-orang Yahudi tidak masuk akal kalau Anak Manusia itu dapat dikalahkan. Karena Anak Manusia adalah pemimpin yang tak terkalahkan. Kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya adalah kerajaan yang tak akan musnah (Daniel 7:14).

Orang-orang Yahudi menghubungkan Anak Manusia dengan kerajaan yang kekal (ay.34). Kini Tuhan Yesus memberi janji tentang terang. Orang yang berjalan bersama Yesus telah terlepas dari bayangan-bayangan yang dapat menciptakan ketakutan dalam kehidupan. Ada bayangan ketakutan menatap masa depan, ketakutan terhadap kesempatan-kesempatan dan perubahan-perubahan, keraguan dan ketidakpastian dalam hidup. Karenanya Yesus mengajak setiap orang untuk mempercayakan dan mengandalkan Terang Allah dalam menghadapi kehidupan ini (ay.36).

Menjalani hidup bersama Yesus bukan berarti segala permasalahan akan selesai dan tuntas. Meskipun permasalahan baru senantiasa muncul yakinlah bahwa Yesus (Sang Terang itu) pasti bersama kita. Yesus tidak akan membiarkan orang yang percaya kepada-Nya jatuh dan tercecer dalam setiap persoalan hidup. Kuasa kasih-Nya pasti mengikat dan menarik diri kita untuk terus berdiri dan berjalan dalam anugerah kehidupan walau penuh dengan tantangan. Inilah butiran refleksi iman yang dapat kita ungkapkan kepada Allah.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *