KAMIS, 20 SEPTEMBER 2018 – Renungan Malam

30 Kali dibaca, Diterbitkan: 20 September 2018        


GB. 69 : 1 – Berdoa

MELAWAN RENCANA TUHAN

Yehezkiel 31:10-18
“Mereka juga turun bersama dia ke dunia orang mati, yaitu ke orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang,…” (ay.17a)

Tahun 2004 pemerintah Sanggau membuat sarana jalan dari Beduai melewati Muara Kayan dan Tokam sampai ke Semayong. Dalam rangka pelayanan ke Pos Pelkes Semayong, saya mencoba melewati jalan yang sedang dibuat itu.

Pada satu tempat terlihat banyak pohon tinggi telah ditebang memenuhi jurang di kiri dan kanan jalan. Dahan-dahannya telah dipotong dari batang. Jika melihat pohon-pohon disekitarnya, bisa dibayangkan bahwa pohon-pohon itu semula berdiri dengan perkasa dan menaungi pohon-pohon kecil di sekitarnya. Namun sekarang kesan perkasa batang-batang sepanjang rata-rata sekitar 20-30 meter itu telah hilang.

Dalam nubuat Nabi Yehezkiel, Firaun Hofra digambarkan sebagai pohon aras yang menjulang tinggi ke langit dengan sombong. Firaun menganggap dirinya mampu melindungi Yehuda dan Lebanon dari kekuasaan Babel, ketika Raja Yehuda, Zedekia, meminta perhatiannya dalam menghadapi Babel. Firaun Hofra tidak mengetahui bahwa Tuhan sendiri yang telah menyerahkan Yehuda ke Babel. Itu adalah keputusan dan tindakan-Nya.

Dalam pemberitaan Nabi Yehezkiel, Tuhan menegaskan akan menghukum ‘pohon Ares‘ ini ‘selaras dengan kejahatannya‘. Kesombongan Firaun Hofra akan dibalas dengan kekalahan bahkan mengirimnya ke dunia orang mati bersama-sama pengikutnya. Kita harus mengingat bahwa Tuhan memiliki rencana. Bisa jadi kita tidak menyukai rencana-Nya, bahkan merupakan masalah bagi kita. Oleh karena itu, kita tidak boleh menganggap bahwa semua masalah harus diselesaikan menurut piklran sendiri. Ketika kita menganggap sepenuhnya bahwa masalah dan pergumulan itu bukan kehendak Tuhan, maka kita telah menumbuhkan benih sikap egois.

Kegagalan campur tangan Firaun Hofra terhadap Yehuda kelak diikuti oleh pemberontakan yang dipimpin oleh panglimanya sendiri. lronisnya, sekalipun dibantu oleh Babel, Firaun Hofra mati saat melawan pemberontaknya.

GB.69:2
Doa : (Tuhan, berilah kami hikmat memahami rencana-Mu, sehingga kami tidak meninggikan diri melawan rencana-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *