KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 – Renungan Malam

13 Kali dibaca, Diterbitkan: 27 September 2018        


GB.50 : 1 -Berdoa

AJARAN BILEAM

Wahyu 2:12-17
Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau; di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah (ay.14)

Pergamus adalah kota budaya yang gemilang. Untuk beberapa waktu kota itu dianggap sebagai bunga terindah budaya Helenisme. Di sana berkumpul berrnacam-macam manusia dengan berbagai latar belakang budaya dan ide. Di sana juga terjadi percampuran bermacam-macam ajaran atau keyakinan dan jarang dikritisi. Salah satu ajaran yang datang di kota itu ialah ajaran Bileam yang menggabung ajaran non-kristen dan Kristen. Menggabungkan nilai-nilai yang tidak mungkin bisa digabungkan atau dipertemukan. Itulah yang dikritisi di dalam surat Wahyu, seperti dalam teks ini. Sebab itu bertobatlah! Jika tidak demikian Aku akan segera datang kepadamu dan Aku akan memerangi mereka dengan pedang yang di mulutku ini.

Peristiwa Pergamus akan terjadi di dalam kehidupan setiap orang yang membuka pintu kehidupannya lebar-lebar dan ramah terhadap semua keyakinan atau semua gagasan. Begitu ramahnya sehingga nilai-nilai moralpun ditabrak, seperti kerjasama atau kompromi yang dibuat oleh Bileam dan Baiak raja Moab (Bil 22:36 dst). Bileam mau menggabungkan jalan atau cara yang ditempuh Balak raja Moab dan jalan yang ditempuh Israel umat pilihan Allah. Bukan berarti sebagai orang Kristen kita harus menolak dan tidak bersahabat dengan keyakinan-keyakinan lain. Semua agama mengajarkan nilai-nilai indah dan luhur dan untuk itu harus diapresiasi. Kebenaran yang kita miliki tidak akan pernah bermusuhan atau berseteru dengan kebenaran keyakinan lain. Apa yang dinamakan kebenaran selalu bisa bersahabat dengan kebenaran lain.

Tetapi masalahnya ialah ketika kebenaran mulai menabrak nilai-nilai moral. Atau kebenaran mulai menghilangkan atau mengaburkan identitas kita sebagai orang Kristen. Kebenaran yang menghancurkan keyakinan  yang paling fundamental sebagai orang Kristen. Di saat seperti itu, orang Kristen harus kritis, agar tidak dikendalikan oleh Bileam.

GB.50: 2
Doa : (Mampukan kami untuk bersahabat dengan kebenaran lain di luar keyakinan kami. Tetapi tolonglah kami untuk kritis dan tidak kompromi dengan kebenaran yang menghancurkan prinsip atau fundamen iman yang kami miliki)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *