Kamis, 3 Mei 2018 – Renungan Malam

81 Kali dibaca, Diterbitkan: 3 May 2018        


 

Minggu IV Sesudah Paskah

Kamis, 3 Mei 2018
Renungan Malam

RENCANA TUHAN: BERSANDAR KEPADA-NYA SAJA!

2 Raja-Raja 4:8-24
“Kemudian berkatalah Elisa: “Apakah yang dapat kuperbuat baginya?”…” (ayat 14)

Elisa memulai perjalanannya sebagai nabi dengan hal-hal sulit. Perhatikan 2:19, 2:23, 4:14 dan 4:20. Setiap hal yang tidak mudah itu dihadapi oleh nabi Elisa dengan bersandar di kebaikan Tuhan saja. Elisa tahu bahwa kuasa Tuhan bersamanya – dan karena itu, ia hanya bersandar kepada Tuhan. Satu per satu masalah diatasinya. Ingat: bukan status nabi yang membuat Elisa mampu menghadapi setiap kesulitan di atas. Tetapi karena Rencana Tuhan harus Elisa nyatakan, dan kuasa Tuhan besertanya, maka setiap kesulitan dapat diatasi. Ini adalah suatu kesaksian penting tentang bersandar kepada Tuhan.

Kisah perempuan mandul di ayat 14 mengingatkan kita ke banyak pasangan yang merindukan keturunan. Pertanyaan-pertanyaan kepo (mau tau urusan orang) seperti: “apa yang salah dengan mereka? Sudah 25 tahun menikah, tidak ada anak mereka?”. Mandul adalah aib. Pasangan yang merindu dianggap telah berbuat kesalahan. Padahal mereka tidak berbuat salah. Situasi ini membuat perikop saat ini terlihat sebagai “solusi instan nan didambakan”. Tetapi, perikop ini mengajak masing-masing kita untuk merenungkan apa yang Elisa lakukan, yaitu: menjalani hidup di dalam rencana Tuhan.

Bagi Elisa, hidupnya adalah untuk menyatakan kuasa Tuhan di setiap kesulitan yang dihadapinya: sesuai dengan rencana Tuhan untuk dirinya. Oleh karena itu, rencana Tuhan yang dijalankan oleh Elisa adalah memproklamasikan bahwa Tuhan tetap ada di tengah kehidupan. Tuhan tidak mati. Tuhan hidup. Tuhan bekerja.

Masing-masing kita diajak untuk memahami apa rencana Tuhan di tengah kesulitan hidup yang dihadapi oleh masing-masing kita. Bagi mereka yang merindukan keturunan, hal yang tidak kalah pentingnya adalah merenungkan apakah mujizat itu adalah rencana yang muncul dari diri kita atau rencana Tuhan? Apapun pergumulan dan kesulitan yang dihadapi, baik Elisa maupun sang perempuan, masing-masing memahami bahwa bersandar kepada-Nya saja adalah rencana Tuhan untuk mereka. Tuhan punya rencana ke setiap orang. Kita dipanggil untuk menyatakan rencana Tuhan bagi kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *