Kamis 3 September 2020 – Renungan Malam

12 Kali dibaca, Diterbitkan: 3 September 2020        


MINGGU XIII SES. PENTAKOSTA

GB. 117 : 5 – Berdoa

Kidung Agung 5 : 9 – 16

Ucapkan Kata-Kata Yang Manis

Ada peribahasa mengatakan “manis mulutnya bercakap, tetapi di dalam bagai empedu”. Artinya, perkataan yang manis-manis biasanya berisi tipuan. Kata-kata semacam ini biasanya diucapkan oleh orang yang tidak memiliki cinta sejati. Berbeda dengan ungkapan cinta kasih orang yang memiliki cinta sejati. Kata-katanya manis semata-mata dan menarik untuk didengar oleh pasangannya.

Bacaan kita hari ini hendak menyatakan betapa baiknya dan sedapnya mendengar perkataan yang keluar dari mulut sang kekasih yang memiliki cinta sejati dan tulus. Hasilnya mempelai perempuan memuji-muji kekasihnya sebab melalui perkataanya sang kekasih selalu menarik, diinginkan, menghadirkan semangat dan membawa sukacita. Menjadi kekasih yang sangat diinginkan atau dirindukan, ternyata tidak terlalu menyulitkan. Menurut Kitab Kidung Agung, kata yang manis dan tulus keluar dari hati adalah kekuatan yang selalu dirindukan oleh setiap kekasih. Tetapi kata-kata manis yang berisi tipu semu pasti menuai penolakan dan menghancurkan relasi cinta kasih.

Sekarang ini kita banyak memanfaatkan media sosial sebagai sarana memantapkan eksistensi kita. Bagaimana caranya supaya eksistensi kita dirindukan orang? Caranya berkata-katalah yang manis, artinya jangan berkata kasar atau kata menyakiti atau membully orang lain; bukan juga kata manis untuk menipu. Kata manis yang dimaksudkan yaitu kata-kata yang menguatkan, memuji, mendorong, memberi semangat dan meneduhkan akan membantu menggairahkan kehidupan orang Iain, itulah cara yang tepat untuk eksis di media sosial dengan baik dan benar. Ketika Tuhan Yesus bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongan, kata-kata-Nya selalu menyemangati. Misalnya : imanmu telah menyelamatkan engkau (Mat. 9:22). Oleh sebab itu mari kita belajar menggunakan kata-kata yang manis dan tulus. Kata-kata seperti itu tidak hanya membuat orang dirindukan, tetapi juga menimbulkan semangat dan memulihkan orang susah. Itulah salah satu teladan dan ajaran cinta kasih Kristus kepada kita semua.

GB. 117 : 8
Doa : (Bapa kami, kami yang belajar berkata yang baik ini, mohon curahan Roh Kudus-Mu agar sungguh-sungguh melakukannya)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *