KAMIS, 30 AGUSTUS 2018 – Renungan Pagi

22 Kali dibaca, Diterbitkan: 30 August 2018        


 

KAMIS, 30 AGUSTUS 2018
Renungan Pagi

GB.341:1 – Berdoa

SABAR DALAM PENDERITAAN

Yakobus 5:7-8
Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! (ay. 8)

Mengalami penderitaan juga bagian dari kehidupan orang percaya dan dalam penderitaan seringkali kita bertindak salah. Maka penting bagi kita untuk belajar tentang sikap yang benar yang harus diambil saat megalami penderitaan. Yakobus bicara tentang sikap yang harus dilakoni oleh orang percaya saat berada dalam penderitaan : sabar dan teguhkan hatimu (ay.7-8). Mengingat penderitaan mereka ada penyebabnya yaitu sikap tamak dari orang-orang kaya (Yak 5: 4,6). Sehingga bisa saja mereka marah dan balas dendam. Lalu sabar juga berarti jangan bersungut-sungut karena Tuhan tidak menutup mata dan telinga-Nya buat mereka yang menderita dan jangan menyalahkan Allah atas apa yang dialami. Akan tetapi sampai kapan mereka harus bersabar menghadapi penderitaan tersebut? Sampai pada kedatangan Tuhan, hal tersebut menandakan pengharapan bagi mereka yang menderita karena Tuhan akan datang segera dengan menyatakan keadilan-Nya dan mereka akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah bagi mereka yang tahan uji (Yak 1: 12 bdk ay 7b).

Perumpamaan petani, dipakai Yakobus guna menegaskan bahwa sabar bukan berarti bersikap pasif, menunggu tanpa tujuan dalam kehidupan ini, melainkan seperti halnya seorang petani, dalam sabarnya seorang petani tetap bekerja dan mengerjakan apa yang jadi bagian dari tanggung jawab hidup ini, petani sabar menunggu turun hujan musim gugur dan hujan musim semi serta menanti musim panen, dan itu hanya bisa dilakukan dengan sepenuh hati bukan setengah hati.

Saat ini apapun persoalan hidup yang kita alami dan membuat kita menderita, ya sabar jangan pesimis karena Dia yang kita imani mampu mengatasi kelemahan kita dan teguhkanlah hatimu kerjakan dengan sukacita apa yang jadi bagianmu sambil menunggu pertolongan-Nya dengan penuh pengharapan, la tidak pernah terlambat, tetapi juga tidak tergesa-gesa dalam memberi pertolongan bagi kita. lngatlah selalu la tidak menutup mata dan telinga-Nya terhadap penderitaan anak-anak yang dikasihi-Nya.

GB.341:2
Doa : (Tuhan Yesus sumber kuat kami, berilah kemampuan bagi kami untuk bekerja dan mengerjakan karya layan yang Engkau percayakan dalam hidup kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *