KAMIS, 30 MEI 2019 – Renungan Malam

73 Kali dibaca, Diterbitkan: 30 May 2019        


 

HARI KENAIKAN
TUHAN YESUS KE SORGA

KJ.226;1 – Berdoa

YESUS NAIK KE SURGA

Kisah Para Rasul 1: 9-11
Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka (ay.)

Pengkhotbah berkata: “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya” (Rkh. 3:1). Ungkapan Qohelet tersebut hendak menjelaskan bahwa tidak ada yang kekal di dunia, semua akan berakhir. Termasuk di dalamnya pertemuan antara seseorang dengan orang lain. Pasti ada waktunya mereka harus berpisah.

Tak terkecuali pertemuan antara Tuhan Yesus dengan para murid. Setelah kurang lebih tiga setengah tahun Tuhan Yesus bersama para murid memberitakan Injil Kerajaan Allah. Sekaligus mengkader mereka sebagai pelanjut misi Kristus. Bahkan setelah kebangkitan-Nya, 40 hari Yesus bersama mereka mengajar dan sekaligus memberi pendampingan kepada mereka, kini Sang Rabi, Guru, harus berpisah dengan mereka. Pastilah suasana hati mereka sedang galau. Diliputi oleh harap-harap cemas.

Tetapi mau tidak mau, suka atau tidak mereka harus berpisah. Setelah Tuhan Yesus menyampaikan amanat agung kepada para murid, terangkatlah Ia yang disaksikan langsung oleh para murid. Ia naik ke Sorga bukan dengan kereta yang menyala-nyala seperti halnya nabi Elia, tetapi awan menyusup di bawahnya lalu melenyapkan. Dia dari pemandangan para murid. Untuk menegaskan kenaikan Yesus tersebut, Allah mengutus dua orang malaikat ke tempat itu untuk menyampaikan berita surgawi bahwa Yesus yang terangkat ke sorga meninggalkan mereka akan datang kembali dalam kemenangan-Nya.

Kenaikan Yesus ke sorga hendak menyatakan bahwa Yesus dimuliakan sebagai Raja atas alam semesta. Ia telah menang. Kemenangan-Nya hendak menyatakan kepada orang percaya bahwa Dialah pengendali hidup di dunia, teristimewa kehidupan orang pilihan-Nya. Itu berarti orang percayapun harus memenangkan hidup yang dianugerahkan kepadanya. Hal itu terus menerus dilakukan hingga Dia datang kembali sebagai Hakim meminta pertanggungjawaban apa yang sudah dilakukan orang pilihan-Nya.

KJ. 226 : 4
Doa : (Ya Raja alam semesta mampukanlah kami memenangkan kehidupan yang Engkau anugerahkan kepada kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *