Kamis, 8 Maret 2018 – Renungan malam

91 Kali dibaca, Diterbitkan: 8 March 2018        


 

Minggu IV Pra Paskah

Kamis, 8 Maret 2018
Renungan malam

KEDURHAKAAN UMAT DAN KASIH SAYANG TUHAN

Nehemia 9:26-31
“Kembali mereka berteriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang kali, karena kasih sayang-Mu” (ayat 28b)

Nas membuat kita tercengang, karena umat pilihan TUHAN berani menentang TUHAN berkali-kali, walaupun TUHAN berulang kali menyelamatkan mereka. Sikap mereka yang ‘kurang ajar’ itu disingkapkan mereka ‘mendurhaka’ dan ‘memberontak’ (ay.26) dengan ‘membunuh nabi-nabi-Nya’ dan ‘bertindak angkuh’ serta ‘tidak patuh kepada perintah-perintah-Nya’, ‘berdosa terhadap peraturan-peraturan-Nya’, bahkan ‘melintangkan bahu untuk melawan’, ‘bersitegang leher dan tidak mau dengar’ (ay.29).

Gambaran yang ditayangkan itu seperti seorang anak manja yang bersikap tidak patuh terhadap orang tuanya. Ia berkali-kali diperingatkan, tetapi tidak mau bertobat. Bagaimana gambaran atau potret umat-Nya masa kini, yang telah menerima anugerah Kristus yang tak ternilai? Apa ada kesadaran padanya akan kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri, yang tergantung amat dari kemurahan TUHAN? Atau yang ada ialah kebanggan diri dan perasaan berkuasa atau dihormati, apalagi kalau memiliki jurus-jurus yang menentukan. Pernah Gereja menguasai dunia dan melakukan penindasan terhadap orang-orang yang menentang kebijakan-kebijakannya. Ia dapat mengerahkan kekuatan militer untuk menumpas orang yang memberontak, dan ia punya wewenang untuk menobatkan kepala negara, sama seperti raja-raja Israel ditahbiskan dan diperingatkan oleh nabi-nabi.

Tidak ada ‘jasa’ manusia dalam rencana dan tindakan TUHAN untuk menyelamatkan (Ef. 2:8-9), walaupun ada ganjaran atas ketaatan dan perbuatan baik (lih. Ul.6:2, 3). Di nas ini, apalagi di era Perjanjian Baru, orang percaya hanya hidup dari kasih karunia belaka.

Dalam pengakuan Iman Rasuli, pada alinea kedua tentang Yesus Kristus, ada kalimat akhir ini: ‘dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati’. Hukuman akhir akan terjadi dalam penilaian Sang Hakim, Yesus Kristus (lih. Wahyu 21:8; 22:12-13).


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *