Minggu, 1 April 2018 – Renungan Pagi

153 Kali dibaca, Diterbitkan: 1 April 2018        


 

Minggu Paskah

Minggu, 1 April 2018
Renungan Pagi

ZIARAH MENEMUKAN YESUS

Yohanes 20 : 1 – 10
Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain … dan berkata kepada mereka: “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” (ay.2)

Kubur kosong! Apa artinya? Zaman dulu peristiwa kubur ko-song, selalu berarti pencurian. Para pencuri mengincar harta yang dibawa mati oleh yang meninggal dunia. Mereka mem-bongkar kubur mencari harta. Begitulah terlintas dalam pikiran Maria Magdalena. Bukan harta tetapi jenazah Yesus yang dicuri! Muncul dugaan, hal itu dilakukan musuh-musuh Yesus.
Mengapa hal itu dilakukan? Untuk membungkam para murid yang masih percaya bahwa Yesus bangkit seperti yang dikatakan sebelumnya. Tetapi iman para murid tidak goyah. Memang kesedihan di Golgota membuat bimbang. Kegalauan menghilangkan ingatan. Derita Yesus membuat redup harapan. Tetapi pengalaman kasih membuat Maria Magdalena terus tegar. Ia mencari bantuan kepada Petrus dan Yohanes yang segera ke kubur. Keduanya juga menyaksikan hal yang sama. Kubur kosong! Sang perempuan yang disembuhkan Yesus itu (Lukas 8:2) terus mencari. Kesedihannya membuat ia menangis sambil menjenguk ke dalam kubur. Kesungguhannya mencari Yesus mendorong dua utusan Tuhan tampil. Maria disapa dan terjadi dialog. Lalu menyusul Yesus yang menampakkan diri-Nya. Dialog dengan Yesus terjadi pula. Mengapa Maria menangis? Mengapa ia mencari Yesus? Suara Yesus yang menyebut namanya membuat ia terperanjat. “Itu suara Yesus!” Maka Maria dengan spontan menyapanya “Guru!”.
Maria menemukan Gurunya yang telah bangkit. Gaya hidup kasih yang mencari dan menemukan Yesus, itulah spiritualitas Maria. Tabah dan tidak putus asa dalam mencari dan menemukan Yesus. Bukan saja karena imannya mengundang Yesus tampil menyapa. Tetapi kasih yang mempersatukan dengan harap yang tidak pernah padam. Mari, rayakan Paskah dalam kehangatan kasih.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *