MINGGU, 12 AGUSTUS 2018 – Renungan Malam

13 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 August 2018        


 

MINGGU, 12 AGUSTUS 2018
Renungan Malam

KJ.436 : 1,2 – Berdoa

MELAWAN COBAAN (bagian 1)

Matius 4 : 5-7
“… Ada pula tertulis : Janganlah Engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (ay.7)

Siapa yang tidak ingin terkenal? Setiap orang tidak mungkin menolak tawaran popularitas. Walaupun terlihat tidak ingin polular, sebagian besar orang cenderung ingin diperhatikan dan diakui oleh orang lain. Apakah salah jika menjadi orang terkenal? Rasanya tidak! Tetapi bagaimana prosesnya, itulah yang perlu menjadi perhatian.

Iblis membuka pencobaan kedua ini dengan pernyataan menarik : “jika Engkau adalah Anak Allah”. Sudah pasti iblis sangat tahu bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah, sehingga tujuan dari pernyataannya itu untuk mengajak Yesus membuktikannya. Sebagai Mesias, sebagai Anak Allah bukankah suatu peristiwa menghebohkan jika tiba-tiba Yesus terjun dari bumbungan Bait Allah? Peristiwa itu pasti ditonton banyak orang. Bukan itu saja, perkara yang dramatis itu mendadak menjadi spektakuler ketika ternyata Yesus tidak terantuk batu, karena tiba-tiba tubuhNya terapung, melayang dan turun secara mantap di atas tanah tanpa cedera. Bagaimana bisa? Tentu bisa, karena Sang Bapa memerintahkan Malaikat-Nya untuk menopang Sang Mesias (Mzm.91 : 11-12). Ayat inilah yang digunakan oleh iblis untuk mencobai Yesus.

Tetapi Yesus tidak haus popularitas. Mentalitas Tuhan Yesus bukan mentalitas instan. Ia tidak membutuhkan pengakuan semua orang tentang diriNya sebagai pribadi yang besar. Semua itu, yakni segala kuasa dan hormat, telah ia terima dari Bapa-Nya (Yoh.10 : 18). Bagaimana mungkin Yesus meragukan Bapa-Nya dengan cara menguji apa yang sudah difirmankan-Nya? Tidak mungkin bagi Yesus untuk menunjukkan kebesaran-Nya dengan proses instan dalam “ketinggian” dan “keagungan”! Sebab Yesus tahu, bahwa Mesias harus menderita dan direndahkan. Itulah sebabnya Yesus berkata : “Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allah-mu”. Tuhan Yesus menjawab ayat yang dipakai iblis itu dengan kebenaran Firman pula (Ul.6:16).

Karena itu, mari seperti Yesus, kita menguji setiap hal dengan kebenaran Firman agar kita menang dalam pencobaan.

KJ.436 : 3 – Berdoa
Doa : (Tuhan, Biarlah Firman-Mu memampukan kami menghadapi cobaan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *