Minggu, 18 Maret 2018 – Renungan Pagi

37 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 March 2018        


 

Minggu II Pra Paskah

Minggu, 18 Maret 2018
Renungan Pagi

BERSORAK BAGI TUHAN

Mazmur 66:1-4
“Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!” (ayat 1b-2)

Kesenangan dan kegirangan hati direfleksikan sebagai jawaban suatu hal atau kegiatan yang datang dari luar dengan gerakan spontan (dorongan hati sendiri). Bersorak biasanya dihubungkan dengan kondisi alam (lingkungan manusia hidup dan menetap) atau perasaan hati tiap orang yang mengalami kedamaian dan kesenangan. Sorak-sorai akan menjadi gegap gempita ketika diserukan oleh banyak orang secara bersamaan, dan itu terjadi kalau tiap-tiap orang merasakan kesenangan dan untuk alasan yang sama.

Pemazmur menyerukan kepada sekalian bangsa dan alam semesta memuji Allah dengan sorak sorai, karena Dia telah melakukan pekerjaan dahsyat dengan kekuatan-Nya yang besar (ay.3). Kalau dahulu Tuhan melalui Musa melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan dahsyat disaksikan bangsa atau seluruh umat-Nya (Kel. 34:10), demikian juga sekarang Ia melakukan perbuatan-Nya yang dahsyat kepada masing-masing orang dalam lingkup umat-Nya. Seluruh bumi yang melihatnya, mengaku: “Pekerjaan Tuhan sungguh mengagumkan, karena itu kemuliaan-Nya patut dipuji”. Dengan kekuatan Allah itu seluruh bumi akan sujud menyembah kepada-Nya. Sujud menyembah berarti mengakui kuasa Allah, sebab Dialah yang menata segala yang ada di bumi ini. Dialah yang menjadikan langit, bumi, laut dan segala isinya. Yang mengerjakan keselamatan dan berkenan menyenangkan segala yang hidup, penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.

Mari lihat dan perhatikan kehidupan kita sepanjang hari ini. Kita mengalami peristiwa-peristiwa yang luar biasa, bukan saja karena apa yang terjadi dalam hidup kita, tetapi juga alam semesta di lingkungan kita. Apa yang kita nyatakan dengan peristiwa yang luar biasa itu? Bukankah itumembuktikan ada kekuatan di luar diri kita? Apakah kekuatan itu kita aminkan sebagai perbuatan Tuhan atas diri kita? Ataukah karena kekuatan kita?

Mari bersama menyerukan kemuliaan bagi-Nya, bersoraklah bagi Tuhan karena Dialah yang telah mengerjakan keselamatan bagi kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *