Minggu, 18 November 2017 – Renungan Pagi

140 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 November 2017        


HARI MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
MINGGU, 19 NOVEMBER 2017
Renungan Pagi
GB.229 : 1-Berdoa
MENDENGAR DAN MENGERTI HUKUM TUHAN

Nehemia 8:1-9
maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air (ay.2)

Nehemia telah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisik Yerusalem. Ia telah berhasil melewati semua rintangan baik dari dalam persekutuan umat maupun dari luar. Berkali-kali ia menghadapi perlawanan yang hebat dalam pekerjaannya, seperti ejekan (2:19; 4:1-3), serangan bersenjata (217-12), ancaman, berbagai tipu muslihat yang ingin menggagalkan pekerjaannya, namun Tuhan membuat semua tantangan berhasil diatasi. Keberhasilan itu sepantasnya membuat Nehemia berdiri di hadapan banyak orang dan bertepuk dada, membanggakan seluruh hasil karyanya. Namun ternyata ia tidak melakukan yang demikian. la sadar justru karena kesombongan dan kecongkakan, umat telah berpaling dari Allah, dan oleh karenanya mereka dihukum. Kini saatnya untuk memperbaiki, bukan saja masalah fisik, jasmaniah, tetapi perlu pembenahan secara rohani.

Pembangunan tembok Yerusalem berkenaan dengan keamanan dan kenyamanan bagi umat dalam membangun kehidupan termasuk hidup peribadahannya. Hidup beribadah kepada Tuhan bukan hal yang baru dalam kehidupan umat. Tentunya hal ini sudah menjadi kebiasaan dan rutin dilakukan. Namun umat menyadari bahwa ada yang hilang dalam kehidupan” ibadah mereka. Mereka sering beribadah dan mendengar pembacaan HUKUM TUHAN, namun hati mereka sesungguhnya tidak terpaut kepada Tuhan (bnd. Yes 29:13).

Kini mereka sadari ada sebuah kehausan akan firman Tuhan. Kehausan ini mendorong mereka untuk meminta agar firman Tuhan diperdengarkan kepada mereka (ayat 2). Tidak hanya itu, umat pun didorong untuk dapat mengerti Ifirman yang disampaikan Ezra disertai dengan penjelasan dan keterangan hingga menjadi jelas bagi umat yang mendengar.

Bercermin dari firman Tuhan ini, kita pun menyadari bahwa betapa sering kita mendengar firman Tuhan, tetapi kita tidak mengerti dan melakukannya. Mengapa? Tentunya tidak hanya tergantung kepada karya Roh Kudus dalam diri kita, namun terlebih dari itu adalah sikap hati kita dalam menjawab firman Tuhan yang kita dengar.

GB.229 : 2
Doa : (Kristus, ajar kami untuk tekun membaca daq memahami finnan-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *