MINGGU, 19 MEI 2019 – Renungan Malam

52 Kali dibaca, Diterbitkan: 19 May 2019        


 

HARI MINGGU IV SESUDAH PASKAH

KJ.369a:1 – Berdoa

SETIA KEPADA ALLAH YANG ESA

Yehezkiel 23:1-10
Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem” (ay.4)

Dalamm buku Motiv-8 yang diterbitkan oleh Elex Media komputindo 2004, penulisnya menuliskan kisah Ardi dan Andi, dua saudara Andi hingga berusia 40 tahun hidup dalam falsafah hidup 4 M (Main, Madon, Minum dan Madat: judi, main perempuan, minuman keras dan narkoba). Hidupnya rusak tidak karuan. Seseorang berkata kepadanya, “Mengapa kamu memilih jalan hidup seperti ini?” “Ya, karena sejak kecil melihat ayah saya berbuat demikian. Teladan hidup tidak benar telah diwariskan oleh ayah saya. Kalau saya begini, jangan salahkan saya!” Cerita yang lain datang dari Andi yang ternyata jadi pengusaha terkenal. Andi berhasil membangun bisnis dan keluarganya. Anak-anaknya dididik dengan baik dan bertumbuh dalam nuansa pendidikan keluarga yang sangat baik. Seseorang bertanya kepadanya,”Bukankah engkau berasal dari lingkungan keluarga berantakan, tetapi mengapa engkau berhasil dalam hidupmu?” -“Ya, ayah saya meninggalkan teladan yang kurang baik, tetapi saya bertekad tidak mengikuti teladannya.”

Kisah nyata ini memperlihatkan yang satu terpengaruh contoh yang tidak baik,sementara yang lain berusaha keluar dari lingkaran setan yang memalukan itu.

Apa yang Andi lakukan ternyata berbeda dengan perbuatan umat Israel dalam pembacaan ini. Samaria dan Yerusalem adalah kota-kota di Israel Selatan dan Utara yang digambarkan sebagai kakak-adik yaitu Ohola dan Oholiba yang melakukan perselingkuhan rohani. Umat Israel telah terpikat dengan berhala-berhala, sehingga hati mereka tidak lagi tertuju kepada Tuhan. Bangsa asing telah memengaruhi kehidupan mereka, sehingga mereka gagal menjadi umat yang setia. Inilah yang membuat Tuhan marah, sehingga menyerahkan mereka kepada bangsa asing yaitu Asyur.

Hidup dalam kesetiaan kepada Tuhan adalah panggilan dalam hidup kita sebagai umat yang percaya. Kesetiaan kepada Allah harus ditunjukan dengan hidup beribadah kepada Allah yang Esa, baik secara ritual maupun aktual dalam hidup keseharian, dan menjauhkan diri dari berbagai macam bentuk berhala modern dewasa

KJ.369a : 4
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami untuk hidup tetap setia beribadah kepada-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *