MINGGU, 2 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

53 Kali dibaca, Diterbitkan: 2 September 2018        


 

MINGGU, 2 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi

KJ.402: 1 – Berdoa

KETIKA HUKUM DAN KEADILAN MENJADI MANDUL

Habakuk 1:1-4
“Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatan dan tidak pernah rnuncul keadilan ” (ay 4).Berbagai peristiwa di sekitar kehidupan ini akan selalu membawa dampak dalam kehidupan sosial dan keagamaan umat Tuhan. Habakuk mendapati konteks kehidupan umat yang sangat terpengaruh oieh situasi internasional dan nasional yang terjadi dalam kehidupan umat Tunan antara tahun 625 – 612 seb.M. Kehidupan dunia internasional menunjukkan adanya beberapa peristiwa perebutan kekuasaan dan ekspansi negara-nagara besar, serta munculnya kekuatan baru yaitu Babel. Sementara di Israel sendiri kehidupan sosial, dan keagamaan juga mengalami degradasi yang cukup serius.

Penindasan antar sesama anak bangsa, korupsi terus berlangsung bahkan ada kecenderungan semakin meningkat. Nabi Habakuk yang bernubuat dalam masa-masa pernbaharuan Yosia (640 – 609 seb.M) melihat bagaimana semangat Yosia dalam pembaharuan hidup umat, dalam seluruh tataran kehidupan dengan realita sosial keagamaan yang berlangsung. Sekali pun Yosia telah berusaha dan berhasil menerapkan pambaharuannya dengan sungguh-sungguh agar umat segera kembali kepada Tuhan; namun pada sisi lain selalu ada tindakan perlawanan dari mereka yang tidak menyukai pembaharuan tersebut. Oleh karena selain pembaharuan didalam kehidupan keagamaan, Yosia pun mempunyai tujuan politis, yakni membebaskan berbagai pengaruh asing (polittk Asyur). Tentunya semua upaya tersebut mendapat perlawanan yang kuat.

Terhadap para penentang inilah Habakuk berseru kepada Tuhan. Penindasan, kejahatan, perbantahan dan pertikaian terus menerus terjadi di depan matanya. Artinya semua itu telah menjadi konsumsinya setiap hari. Hukum pun kehiiangan kekuatan. Ia tajam ke bawah dan tumpul ke atas, keadilan menjadi barang langka yang sulit ditemukan. Mungkin situasi ini jugalah yang sedang terjadi di depan mata kita setiap hari. Dari berbagai tampilan potret kehidupan ini, betapa ketimpangan sosial yang terjadi di berbagai lini kehidupan menjadi tontonan dan konsumsi kita setiap hari. Bagaimana kita sebagai Gereja Tuhan berperan dalam kehidupan yang demikian, apakah kita hanya berdiri sebagai penonton, dan takut meninggalkan zona nyaman kita? Mari belajar seperti Habakuk, yang mau berseru kepada Tuhan sekaligus manyatakan berita kenabian. Menghadirkan keadilan yang mendatangkan damai sejahtera bagi segala makhluk.

KJ. 402:3
Doa : (Tuhan toiong kami di tengah-tengah berbagai penindasan dan ketidakadilan, kami hadir untuk menyatakan damai dan keadilan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *