MINGGU, 21 JULI 2019 – Renungan Pagi

35 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 July 2019        


 

HARI MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA
IBADAH SYUKUR HUT KE 38 PKB

KJ.54 : 1 – Berdoa

BUKAN SEKEDAR KAIDAH MORAL, TETAPI HARUS DIAMALKAN

Ulangan 5: 1 – 10
“Dengarlah, hai orang Israel, ketetapan dan peraturan, supaya kamu mempelajarinya dan melakukannya dengan setia (ay.1)

Mulai awal bulan Juni 2019 warga GPIB diarahkan untuk lebih menghayati kelima kalimat pernyataan dalam kelima Sila yang merupakan tonggak utama kelanjutan bangsa Indonesia. Dengan memahaminya kembali dari perspektif Iman Kristen diharapkan nilai-nilai dasar Ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia, mampu menyerap (merasuk) ke dalam sanubari warga GPIB dan berbuah lewat karya hidup. Pancasila tidak boleh hanya tinggal pada tataran konsep yang bagus untuk diucapkan, didengarkan, dipelajari tetapi kedalaman nilai dan wujudnya sebagai komitmen anak bangsa harus diberlakukan dengan setia. Untuk memudahkan anak bangsa memahami dan memberlakukan Pancasila maka pemerintah Indonesia menyusun 36 butir penghayatan dan pengamalan Pancasila dengan TAP MPR No. 11/MPR/1978. Jumlah tersebut kemudian diperbaharui menjadi 45 butir pengamalan Pancasila sebagai penjabaran dari kelima sila lewat TAP MPR No. XVIII/MPR/1998.

Seperti halnya Pancasila, Dasa Titah menurut Musa tidak boleh sekadar menjadi kaidah moral bagi umat Israel untuk didengar, dipelajari tetapi harus diberlakukan dengan setia. Pemberlakukan Dasa Titah oleh umat Allah menjadi bukti tentang kesetiaan umat memberlakukan perjanjian yang terbangun antara Allah dengan nenek moyang mereka. Setelah mengakhiri perjalanan panjang melewati padang gurun, bangsa Israel yang segera akan masuk ke tanah Kanaan, dipanggil Musa dan dingatkan tentang ikatan perjanjian yang harus dijalankan dengan setia, dan bahwa ikatan perjanjian itu dibangun oleh mereka yang segera akan masuk ke tanah perjanjian. “Bukan dengan nenek moyang kita, Tuhan mengikat perjanjian itu, tetapi dengan kita, kita yang ada di sini pada hari ini, kita semuanya yang masih hidup”. Bukan hanya pendahulu kita yang harus setia dengan Pancasila, tetapi kita, semua anak bangsa Indonesia harus mengamalkan Pancasila sebagai wujud pertanggung-jawaban kepada Tuhan.

KJ.54:2
Doa : (Tolong aku untuk berani mengamalkan Finnan-Mu secara nyata, ya Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *