Minggu, 22 April 2018 – Renungan Malam

81 Kali dibaca, Diterbitkan: 22 April 2018        


 

Minggu III Sesudah Paskah

Minggu, 22 April 2018
Renungan Malam

MENGASIHI YESUS SEUMUR HIDUP

Yohanes 21 : 20 – 23
“…Tetapi engkau Ikutlah Aku..” (ay.22)

acaan kita hari ini, Yohanes disebut sebagai “murid yang dikasihi Yesus”. Apakah murid-murid yang lain tidak dikasihi Yesus? Apa¬kah ada diskriminasi yang dilakukan Yesus? TIDAK. Ini merupakan bahasa penulis yaitu Yohanes sendiri. Yohanes memahami dan menghayati diri “sebagai murid yang dikasihi Yesus”. Ia merasakan kasih itu (seperti seorang anak kecil “mama sayang, papa sayang”). Jadi bukan karena Yesus hanya sayang dia. Apakah kita mema¬hami dan menghayati kedahsyatan kasih Yesus dalam hidup kita tanpa diskriminasi? (bnd Yoh 3:16; 15:13). Karena itu kita dapat berkata: “saya ini adalah orang yang dikasihi Yesus”.

Ketika.kita sedang dilanda pergumulan, kadang-kadang kita mengatakan: `Tuhan tidak sayang aku, Tuhan tidak memperhatikan keluargaku, Tuhan tidak mendengar doaku, Tuhan tidak adil”. Kapan Tuhan tidak mengasihi kita? la tidak pernah membenci kita, menolak ataupun merancangkan yang jahat bagi hidup kita, Kita hanya dapat mengatakan (“mengaku”) dengan benar dan jujur bahwa Tuhan sayang, Tuhan peduli, Tuhan perhatikan bila kita telah memahami dan menghayati serta merasakan kasih Yesus.

Ada 2 hal yang menyebabkan Yohanes dapat mengatakan se-perti itu: (1). Yohanes sungguh percaya kepada Yesus. la telah menjadi murid-Nya dan percaya bahwa Yesus adalah Juruselamat-Nya. (2). Yohanes memiliki hubungan yang erat dengan Yesus. Kasih Yesus hanya dapat kita rasakan kalau kita sungguh percaya kepada-Nya. (tidak “sekedar percaya”). Semakin kita percaya, se¬rnakin kita merasakan kasih-Nya.

Hubungan yang erat perlu dijalin dengan Dia melalui kesetiaan: membaca Firman Tuhan, berdoa, beribadah dan’ melayani menjadi penting bagi kita untuk menjadi orang yang dikasihi Tuhan: (1) Hidup kita terpelihara. (2). mengalami kebahagiaan. (3). mengalami sukacita. Kita boleh kehilangan apa saja, tapi jangan kehiiangan kasih saying-Nya. Peristiwa Paskah mengingatkan kepada kita kasih yang menyelamatkan. Bagi kita yang Dia minta adalah kesetiaan rnengikut Dia. Itu berarti MENGASIHI YESUS SEUMUR HIDUP. “Tetapi engkau ikutlah Aku.”


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *