Minggu, 22 April 2018 – Renungan Pagi

76 Kali dibaca, Diterbitkan: 22 April 2018        


Minggu III Sesudah Paskah

Minggu, 22 April 2018
Renungan Pagi

MENGASIHI DAN MELAYANI TUHAN YESUS

Yohanes 21 : 15 – 19
“Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya : “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” (ay.17)

Petrus mendapat pertanyaan tentang komitmen kasihnya kepada Tuhan Yesus. Pertanyaan Tuhan Yesus yang berulang-ulang itu bukan untuk merendahkan kecerdasan intelektual Petrus. Jawaban¬jawaban Petrus ternyata jawaban standar. Tuhan Yesus mengingin¬kan jawaban yang lebih dari sekadar kasih kepada sesama manusia, tetapi kasih kepada Allah. Kasih kepada Allah (agape) menuntut pengabdian yang tulus dengan kerelaan berkorban secara maksimal bagi kemuliaan-Nya.

Pengalaman masa lalu Petrus tidak serta merta dapat dilu-pakan. Penyangkalan Petrus terhadap Tuhan Yesus dilakukan secara terbuka sebab ketakutan menguasai dirinya. Sekarang setelah Yesus bangkit, Petrus mengalami langsung penampakan Tuhan. Petrus dicelikkan mata imannya tentang kuasa Tuhan Yesus yang nyata dalam bidang pekerjaannya sebagai nelayan. Setelah menikmati berkat Tuhan, Petrus diingatkan tugasnya menjadi penjala manusia atau menggembaiakan domba-domba milik Tuhan. Hanya dengan kasih yang besar kepada Allah, maka Petrus dapat menjadi pelayan Tuhan yang berani dan siap ber¬korban bagi keselamatan umat Tuhan. Tuhan Yesus menajamkan komitmen kasih Petrus untuk mengasihi dan melayani jemaat Tuhan kelak.

Mengasihi dan melayani merupakan dua kata kerja aktif yang selalu dikatakan Tuhan Yesus daiam karya pelayanan-Nya. Kasih kita kepada Allah mesti selaras dengan kasih kita kepada sesama manusia. Kasih kepada Aliah tidak pernah menyimpan kesalahan dan kebencian terhadap sesama. Kasih kepada Allah berarti me-ngampuni tanpa batas dan melayani tanpa pamrih. Sudahkah kita mengoreksi hidup kita setelah kita menikmati berkat Tuhan yang melimpah? Benarkah hidup kita telah diperbaharui oleh firman Tuhan dan kuasa Roh Kudus yang berbicara dengan lemah lembut lewat pikiran dan hati nurani yang murni? Berkomitmenlah bagi Tuhan dan layani sesama dengan kasih Tuhan yang ajaib.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *