MINGGU, 23 SEPTEMBER 2018 – Renungan Malam

19 Kali dibaca, Diterbitkan: 23 September 2018        


 

GB.85 : 1,2 – Berdoa

KERAMAHAN

Matius 10:40-42
Barang siapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barang siapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku (ay.40)

Di dalam dunia yang sangat sibuk ini, setiap orang berupaya sekuat tenaga merebut kesempatan pertama untuk menjadi yang utama. Moto yang dipegang ialah siapa cepat dia dapat, siapa lambat dia tertiarap. Kepentingan diri merampas segala sesuatu sehingga tidak ada lagi sepotong ruangpun bagi sesama atau orang lain. Atas nama privasi, dengan segala macam cara manusia menutup diri. Membuka hati, membuka rumah atau membuka pintu bagi sesama menjadi barang langka yang sukar didapatkan di hari-hari ini.

Dalam kondisi seperti itu kita diingatkan: sadar atau tidak, hubungan dengan sesama memiliki nilai yang sangat dalam. Di daiam relasi dengan sesama, kita adalah reperesentasi dan simbol kehadiran Kristus. Demikian juga sikap orang lain terhadap kita adalah representasi dan simbol kehadiran Kristus. Yesus mengajar bahwa Ia hadir di dalam kehidupan kita ketika kita menyambut orang lain dan mendemonstrasikan keramah-tamahan. Demikian juga ia hadir ketika orang lain melaksanakan hal yang sama terhadap kita. Setiap pelayanan yang kita buat terhadap sesama adalah pelayanan terhadap Yesus.

Barangkali kita tidak mendapat kesulitan untuk membuka pintu, membuka hati bagi keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Tetapi membuka hati dan ramah terhadap orang asing adalah basa-basi yang tidak perlu. Kita membuka hati terhadap orang-orang yang seiman dan siap menolong, tetapi yang tidak seiman biarlah mereka mengurus diri mereka sendiri. Tetapi dimanakah kelebihannya kalau kita melayani orang yang kita cintai. Pelayanan yang benar ialah ketika kita tidak memikirkan akan mendapatkan apa-apa dari orang yang kita layani. Oleh sebab itu marilah kita melayani tanpa pamrih karena Yesus datang kepada kita di dalam wajah orang asing yang kita layani.

GB.85:3,4
Doa : (Bukalah hati, dan mata kami, untuk bisa melihat wajah Yesus di dalam diri orang asing dan orang yang membutuhkan pelayanan dan kasih sayang di dalam kehidupan kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *