Minggu, 24 Desember 2017 – Renungan Pagi

103 Kali dibaca, Diterbitkan: 23 December 2017        


 

MINGGU ADVEN IV
MINGGU, 24 DESEMBER 2017

Renungan Pagi

Siap Ditolak dan Tidak Dihormati

Lukas 2:1-7
“…tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan…” (ay.7)

Tuhan Allah memasuki sejarah dunia sebagai manusia di dalam Yesus Kristus ketika penguasa dunia sedang berusaha meperkokoh kekuasaan dan ingin menjadi allah yang sangat berkuasa.  Dikisahkan oleh penginjil Lukas bahwa Yesus lahir di tengah kaisar Agustus (bernama asli Gaius Julius Cesar) berusaha menjadi dewa tertinggi dan mulia dalam wilayah kekuasaan Romawi.  Ia mendekritkan untuk pencatatan jiwa di daerah asal bagi setiap warga yang ada dalam wilayah kekuasaan Romawi.  Pencatatan jiwa tidak sekadar ingin mengetahui jumlah penduduk.  Tujuan utama adalah pemberlakuan wajib pajak.  Suatu strategi kaisar Agustus untuk mendapat anggaran guna mebiayai program pembangunan dan penguatan keamanan negara, demi mewujudkan ‘Pax Romana’; kedamaian dan kemakmuran serta kesejahteraan Roma.

Dikisahkan bahwa Jusuf pulang ke Yudea di Betlehem, kota Daud.  Ia membawa Maria, tunangannya yang sedang mengandung.  Ketika di Betlehem dan sementara mencari tempat menginap, tiba waktunya bagi Maria uantuk melahirkan.  Ketiadaan tempat di rumah penginapan, membuat Maria harus melahirkan di kandang hewan.  Maria melahirkan bayi Yesus dalam segala kesederhanaan, dan membedungnya dengan kain lampin dan diletakkan di dalam palungan, tempat makanan hewan.

Pesan yang mau disampaikan adalah: Pertama, Yesus berasal dari keturunan Daud dari garis keturunan Jusuf.  Dia adalah Mesias, Raja.  Kedua, kelahiran Yesus sebagai ‘Mesias dan Juruselamat dunia’ dalam kesederhanaan; berbeda dengan keberadaan Kaisar Agustus, Kirenius dan Herodes, di istana yang serba indah dan megah.  Ketiga, bahwa Tuhan Allah sangat peduli dan solider serta berpihak kepada rakyat yang menderita karena ulah penguasa.  Keempat, ketiadaan tempat di rumah penginapan menjelaskan bahwa Yesus telah ditolak dan tidak dihormati oleh dunia serta menjadi orang terbuang sejak Ia lahir.

Siapkah kita ditolak dan tidak dihormati oleh manusia karena berpihak kepada orang kecil, miskin dan lemah seperti Yesus?  Semoga para pelayan yang telah terpilih selalu siap melayani, karena ada tempat di hati dan hidup kita bagi Yesus.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *