MINGGU. 24 FEBRUARI 2019 – Renungan Pagi

115 Kali dibaca, Diterbitkan: 24 February 2019        


 

MINGGU VII SESUDAH EPIFANIA

GB.254 : 1 – Berdoa

SEPERTI MENYAMBUT TUHAN

Galatia 4:12-15
Sungguhpun demikian keadaan tubuhku itu, yang merupakan pencobaan bagi kamu, namun kamu tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang hina dan yang menjijikkan …(ay.14)
Saat masih menjalani perkuliahan, saya perrnah jatuh sakit ketika melakukan praktek jemaat pada salah satu jemaat di desa cukup terpencil yang memiliki enam gedung gereja kecil. Saya sangat bersyukur karena saat sakit, ada satu keluarga yang dengan penuh kasih merawat saya sampai sembuh, sehingga saya bisa menyelesaikan praktek dengan baik.

Paulus menggambarkan hubungan yang sangat dekat dan penuh kasih dengan jemaat Galatia. Paulus masih ingat saat ia mengabarkan Injil di Galatia dan jatuh sakit. Pada masa itu orang sakit biasanya dianggap hina dan membahayakan, karena dipandang kerasukan setan atau dihukum Allah. Jadi biasanya orang sakit diludahi, dihina dan dijauhi. Namun jemaat Galatia tidak menjauhi Paulus, sebaliknya mereka menerimanya sebagai pesuruh atau malaikat Allah, bahkan seperti menyambut Yesus Kristus. Mereka menyambut dan merawat Paulus seperti melayani Tuhan, karena Paulus memberitakan injil kepada mereka. Mereka menyebut diri mereka sebagai orang-orang yang berbahagia. Kalimat bahwa jemaat Galatia rela “mencungkil mata” untuk diberikan kepada Paulus, membuktikan bahwa mereka benar-benar mengasihi Paulus saat Paulus sakit dan melayani dia seperti menyambut dan melayani Yesus Kristus.

Saudaraku, sungguh menyedihkan saat kita melihat dan mengetahui ada pelayan Tuhan terlantar ketika sakit. Mestinya kita memahami bahwa pelayan Tuhan ada ditengah-tengah kita karena pekerjaan Tuhan yang dilakukannya, bukan karena keinginanannya sendiri. Teladan jemaat Galatia mendorong kita untuk menghormati, mengasihi dan melayani pelayan Tuhan. Ketika pelayan Tuhan menderita sakit, saatnyalah kita melayaninya. Ketika pelayan Tuhan memerlukan bantuan, saatnyalah kita membantunya. Ketika pelayan Tuhan membutuhkan dukungan. Hendaknya, kita melakukannya dengan penuh kasih seperti kita menyambut Tuhan dan melayani Yesus Kristus (Mat.25:34-40).

GB 284:2,3
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami untuk melayani para pelayan-Mu dengan penuh kasih)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *