Minggu , 25 Maret 2018 – Renungan Malam

116 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 March 2018        


 

Minggu I Pra Paskah

Minggu , 25 Maret 2018
Renungan Malam

KEHADIRAN-NYA PADA SITUASI DAN WAKTU YANG TEPAT

Matius 14:25-26
“Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut” (ayat 26)

Seorang pelaut yang handal sekalipun tidak luput dari rasa yang takut dan panik saat datang badai menghantam tanpa peringatan atau tanda-tanda sama sekali. Dalam kondisi takut dan panik, biasanya diikuti pusing kepala, penglihatan kabur, bahkan bisa kehabisan napas. Ancaman kehilangan kendali penuh sangat nyata dan dapat berdampak buruk. Hal-hal seperti inilah yang dapat kita pahami saat perahu murid-murid Yesus dihantam badai ketika menyeberangi danau Galilea dan hampir tenggelam.

Demikianlah murid-murid Yesus yang merasa takut dan panik saat perahu mereka diombang-ambingkan badai, di tengah kegelapan malam. Pertanyaan adalah, apakah dalam keberadaan-Nya di atas bukit, Yesus dapat mengetahui keadaan murid-murid yang sedang diombang-ambing gelombang? Tentulah Yesus tahu. Itulah sebabnya Ia segera mendatangi murid-murid yang sedang berjuang melawan gelombang. Namun kehadiran Yesus justru membuat mereka tambah terkejut dan takut, karena melihat seorang berjalan di atas air, dan tak seorang pun mengenali-Nya. Dapat kita bayangkan bagaimana takutnya murid-murid pada saat itu. Terjangan badai saja sudah membuat mereka panik, lalu ditambah dengan sosok tubuh yang terlihat berjalan di atas air. Hal-hal itu yang membuat mereka lalu berteriak ketakutan.

Seperti halnya murid-murid, demikian juga kita takala menghadapi tantangan berat, seperti gelombang fitnah dan cercaan dari orang-orang di sekitar kita. Situasi ini membuat kita tidak tenang dan mulai terpikir akan hal-hal yang buruk. Itu karena fokus pada berat dan sakitnya beban yang kita hadapi. Sesungguhnya Yesus telah membuktikan bahwa segala kesulitan yang kita alami bahkan sebesar angin sakal sekalipun tidak menjadi penghambat. Ia menunjukkan diri sebagai simbol pernyataan Allah sendiri. Dia adalah Allah yang berkuasa atas seluruh ciptaan, untuk datang menenangkan bahkan memberi pertolongan pada situasi dan waktu yang tepat. Ya, Dia sanggup!


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *