Minggu, 27 Mei 2018 – Renungan Malam

107 Kali dibaca, Diterbitkan: 27 May 2018        


Minggu, 27 Mei 2018
Renungan Malam

GB: 256: 1 – berdoa

MENJALIN HUBUNGAN UNTUK MEMAMPUKAN

Titus 1 : 4
“Kepada Titus, anakku yang sah menurut iman kita bersama: kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau.” (ayat 4)

Ketika hendak menghadapi ujian akhir SD, kedua orangtuanya sepakat menyerahkan kepada anaknya, apakah ia mau mengikuti bimbel (bimbingan belajar) atau tidak. Mereka hanya meyakinkan anaknya bahwa belajar sendiri butuh kemauan keras dan mengatasi godaan merasa sudah bisa padahal perlu diulang lagi apa yang ia rasa sudah bisa agar lebih mantap.

Pendampingan selalu tidak memaksa tetapi meyakinkan bahwa yang didampingi akan mendapatkan hasil yang baik. Dengan prisip kesetaraan, maka yang didampingi tidak tertekan, merasa bahwa dirinya dihargai dan akan berusaha “membuktikan” bahwa dirinya akan berhasil.

Contoh hubungan Paulus dan Titus yang membawa Injil Pendamaian menjadi inspirasi yang kuat di tengah dunia yang sangat politis. Lihatlah bagaimana orang dengan mudahnya menggunakan simbol-simbol agama untuk kepentingan politiknya. Apakah yang terjadi dengan mempolitisasi agama seperti itu? Jelas sekali, politik kepentingan (sektarian) yang menang, yang tentu saja memecah belah kehidupan yang selama ini rukun dan damai.

Paulus menyadari kendala yang dihadapi Titus di tengah Jemaat yang diwarnai oleh kelompok kepentingan yang ingin menang sendiri. Jemaat haus akan suasana yang lebih damai. Dengan kebutuhan itulah, maka teladan menjalin hubungan yang setara dan penuh kasih dengan menyebut Titus sebagai “anaknya”, menjadi berkat yang patut dihargai.

Apakah kita bisa menghadirkan kehidupan yang penuh damai sejahtera di tengah dunia yang makin individualis dan politis? Anda sudah tahu jawabannya, “bisa”. Mari wujudkan dalam kehidupan keluarga, persekutuan dan masyarakat.

GB: 256: 3

Doa:

(Ya Tuhan kami bersyukur atas hadirnya hamba-hamba-Mu yang mengasihi kami, yang memberikan kepada kami kedewasaan iman dalam menghadapi berbagai tantangan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *