Minggu, 28 Januari 2018 – Renungan Pagi

109 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 January 2018        


 

Minggu IV Sesudah Epifania

Minggu, 28 Januari 2018
Renungan Pagi

YA DENGAN SEGENAP HATIKU, AMIN!

Markus 1:9-11
“Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” (ayat 11)

Memperkenalkan siapa diri-Nya sebelum bekerja dan berkarya bagi sesama, bagi kita penting untuk mengingat dua hal: Pertama, Yesus bukan hanya manusia biasa yang lahir dan besar dalam lingkungan keluarga yang taat dan mengabdi terhadap keluarga demi kesejahteraan hidup keluarga dan sebagai manusia pun, Yesus tak ubahnya seperti kita membutuhkan relasi/pertemanan dengan sesama, mengharapkan keakraban dan persahabatan yang sejati. Namun hal yang kedua yang tak kalah pentingnya adalah, Yesus adalah Tuhan atas segala makhluk. Dia bukan makhluk biasa yang dapat diperlakukan seperti biasanya atau melakukan hal-hal biasa dalam kehidupan, tetapi Dia itu sumber kehidupan manusia yang luar biasa. Paling tidak sisi yang kedua siapa Yesus itulah yang ingin ditegaskan penginjil Markus.

Jika dikaitkan dengan pengakuan yang pernah kita suarakan saat peneguhan Sidi di Gereja atau peneguhan dalam jabatan Diaken-Penatua, maka jawaban atas pertanyaan apakah saudara mengaku, bersedia dan berjanji, …? Jawaban lantang yang kita berikan adalah YA DENGAN SEGENAP HATIKU, AMIN! Bukankah itu berarti kita tidak saja mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, tetapi juga sedia melakukan dengan sadar dan penuh tanggung jawab amanat yang diberikan-Nya. Sudahkah kita melakukannya? Dengan memperkenalkan diri-Nya bagi kita pagi ini berarti, mengingatkan tentang janji kita kepada-Nya, bahwa ada tugas yang harus kita kerjakan, ada misi yang harus kita wujudkan dan tanggung jawab yang kita pikul, yakni mewujudkan janji kita itu dalam kehidupan sehari-hari. Itu berarti kesaksian diri diingatkan, bahwa kita wajib melakukan semua perintah Kasih-Nya terhadap sesama, bukan membenci, tidak menebarkan iri hati, amarah yang semua itu lahir dari keakuan diri, benar sendiri dan selalu menyalahkan orang lain. Tidak memaafkan dan mengampuni sesama, tidak berbelas kasihan dan tidak peduli dengan kesusahan sesama. Padahal Yesus tidak pernah mengajarkan kita untuk melakukan semua itu dalam kehidupan. Mari periksa diri, terbuka, jujur, tulus di hadapan Tuhan dan ibadah kita berkenan kepada-Nya. Selamat Hari Minggu, Tuhan Yesus memberkati.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *