MINGGU, 30 JUNI 2019 – Renungan Malam

42 Kali dibaca, Diterbitkan: 30 June 2019        


 

HARI MINGGU II SES. PENTAKOSTA

KJ.424 : 1 – Berdoa

TETAPLAH MENJADI TELADAN

Kisah Para Rasul 4:32-37
….mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri….. (ay.32)

Seorang teladan artinya sosok yang patut ditiru atau dijadikan panutan oleh orang lain, menjadi role model. Dunia akan selalu butuh dan haus akan keteladanan untuk dijadikan pelajaran berharga agar lebih baik lagi kedepannya. Dalam sejarah dunia kita menemukan banyak teladan, dalam Alkitab pun kita bisa menemukan banyak sosok yang layak diteladani di hari-hari kehidupan kita. Satu hal lagi yang penting adalah apakah kita sudah siap dan sanggup menjadi teladan? Bacaan kita menjelaskan bagaimana jemaat mula-mula menjadi role model, atau panutan yang layak ditiru. Mereka sehati sejiwa, bertekun dalam pengajaran rasul-rasul di bait Allah, juga menjadi pribadi-pribadi yang sangat murah hati. Hidup berbagi menjadi gaya hidup sehari-hari. Yusuf atau Barnabas salah seorang dari antara mereka misalnya menjual tanah miliknya lalu membawa uangnya dan meletakkannya di depan rasul-rasul. Hidup jemaat perdana ini telah menjadi teladan bagaimana seharusnya hidup sebagai umat Tuhan.

Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa kita semua diminta untuk tampil menjadi teladan dalam perbuatan baik. “…jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik” (Tit.2:7). Proses pemindahan pengetahuan dan memberi pengajaran secara teoritis saja tidaklah cukup. Kita harus mampu mencontohkan dalam wujud perbuatan baik. Tuhan Yesus merupakan contoh sempurna dalam hal ini. Ia tidak hanya mengajarkan tentang kasih, tetapi Dia sendiri menjadi simbol kasih yang rela berkorban.

Bagaimana dengan kita? Ada banyak orang Kristen yang tidak menjadi teladan. Jangankan menjadi saluran berkat, menjadi sesama yang saling berdamai saja sulit. Jika demikian yang terjadi, bagaimana akan menjadi berkat bagi dunia, sementara di dalam persekutuan sendiri tiada kedamaian. Persekutuan akan sulit bertambah dan bertumbuh sebagaimana jemaat perdana. Mari kita mulai dari diri sendiri, untuk mau melaksanakan kehendak Tuhan dan menjadi teladan dalam berbuat baik seperti mereka, agar banyak orang datang dan menjadi percaya kepada Tuhan.

KJ.424 : 2
Doa : (Bimbing kami ya Roh Kudus supaya kami dapat menjadi teladan dalam berbuat baik, sehingga banyak orang rindu memuliakan Tuhan).


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *