Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Minggu, 4 Maret 2018 – Renungan Malam

 

Minggu IV Pra Paskah

Minggu, 4 Maret 2018
Renungan Malam

TIANG AWAN DAN TIANG API

Keluaran 13:21-22
“Tuhan berjalan di depan mereka pada siang hari dalam tiang awan…, dan pada waktu malam dalam tiang api…” (ayat 21)

Tuhan berkenan menampakkan kehadiran-Nya dalam wujud ‘tiang awan’ dan ‘tiang api’, supaya umat-Nya dapat mengatasi berbagai rintangan dalam perjalanan. Musa pun melihat kehadiran-Nya itu dalam wujud semak belukar yang menyala, tetapi tidak dimakan api (Kel.3:2). Ketika Musa mendekatinya, TUHAN berseru dari tengah semak itu dan memperkenalkan diri-Nya (Kel.3:4-6). Dinyatakan pula bahwa Musa ‘menutup mukanya’ sebab ia takut memandang Allah (Kel.3:6b). Benarkah Musa melihat muka TUHAN yang berbicara langsung kepadanya? (lih. Kel. 19:3, 20; 20:21). Bahkan TUHAN telah berbicara ‘berhadapan muka’ dengan Umat-Nya di gunung dan di tengah-tengah api, tetapi umat takut kepada api itu (Ul.5:4-5b). Ada nas yang menyatakan bahwa TUHAN ‘berbicara dengan Musa dengan berhadapan muka’ (Kel. 33:11). Itu berarti bahwa hanya Musa yang ‘berhadapan muka’. Tetapi TUHAN pernah mengatakan kepada Musa: ‘Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup’ (Kel. 32:20). Oleh sebab itu TUHAN menempatkannya di lekuk gunung dan menudungi-Nya dengan tangan-Nya sendiri, supaya kalau kemuliaan TUHAN lewat, ia hanya melihat belakang-Nya dan bukan wajah-Nya (Kel. 33:21-23). Terlihat ada perbedaan rekaman dalam naskah.

Musa pernah berada bersama TUHAN ‘selama empat puluh hari dan empat puluh malam’ ketika ia menuliskan Kesepuluh Firman pada kedua loh batu (Kel. 34:4, 28). Memang, yang penting adalah mendengar suara-Nya yang berfirman dan mengalami penyertaan-Nya seperti kehadiran-Nya ‘dalam tiang awan dan tiang api’ (ay.21-22).

Bagaimana umat-Nya masa kini bersikap pada zaman teknologi canggih dalam menghadapi tantangan dan tuntutan dunia terbuka? Apa ada kesiapan untuk ‘mengosongkan diri’ seperti Tuhan Yesus memenuhi panggilan dan pengutusan-Nya di tengah kenyataan dunia pada waktu itu (Fil. 2:5-8)? Itulah citra dan ciri khas ‘ekklesia’, Gereja sepanjang masa!


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya