Minggu, 4 Maret 2018 – Renungan Pagi

55 Kali dibaca, Diterbitkan: 4 March 2018        


 

Minggu IV Pra Paskah

Minggu, 4 Maret 2018
Renungan Pagi

ALLAH YANG MENYELAMATKAN

Keluaran 13:17-20
“Tetapi Allah menuntun bangsa itu… berjalanlah orang Israel dari tanah Mesir” (ayat 18)

Setelah empat ratus tiga puluh tahun diperbudak di Mesir, TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah perbudakan itu (Kel. 12:40-42, 51). Itu peristiwa besar yang mengesankan dan harus diperingati sebagai perayaan Paskah. TUHAN melewati rumah orang Israel yang ambang dan tiang-tiang pintunya disapu dengan darah domba (Kel. 12:7), ketika Ia membunuh anak sulung manusia dan binatang sebagai tulah di seluruh tanah Mesir. Paskah berarti ‘lewat’. Peristiwa Keluaran dari Mesir itu diperkirakan terjadi pada pertengahan abad ke-14 sebelum Tarikh Masehi.

TUHAN mengambil langkah-langkah awal sebelum bangsa Israel enggan melanjutkan perjalanan ke Tanah Perjanjian karena menghadapi ancaman (ayat 17b). Bukan jalan terdekat yang ditunjukkan-Nya melalui negeri orang Filistin, tetapi berputar melalui padang gurun ke Laut Teberau (ayat 17a, 18a, 20). Sebagai sisipan peristiwa besar itu dinyatakan bahwa tulang-tulang Yusuf turut dibawa Musa dalam perjalanan panjang itu. Yusuf adalah anak Rahel, isteri Yakub. Dia pernah menjadi penguasa di Mesir (lih. Kej. 41:37 dst.). Empat puluh tahun orang Israel dalam perjalanan itu ketika tiba di perbatasan tanah Kanaan (lih. Kel.16:35).

Hidup dapat digambarkan sebagai perjalanan, entah itu diri seseorang atau suatu persekutuan seperti Gereja. GPIB menjadi lembaga yang mandiri sejak 31 Oktober 1948. Pada tahun 2018 ini Gereja ini mencapai usia 70 tahun, suatu rentangan waktu yang tidak pendek, 30 tahun lebih lama dari perjalanan orang Israel di gurun menuju Tanah Perjanjian. Apa perjalanan dan kesan warga Gereja dalam perjalanan yang terhubung dengan TUHAN, yang kini sudah sampai pada zaman akhir?

Umat TUHAN masa kini menghadapi dunia yang terbuka dan berkembang dengan pesat. Orang semakin mengandalkan dan terikat kuat pada alat-alat canggih yang diciptanya sendiri, juga kekuatan dana yang melanda dan menjerat. Apakah gejala ini bukan suatu penyembahan berhala di zaman modern? Pegangan umat hanya TUHAN semata yang menyertai dan menuntun.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *