MINGGU, 6 JANUARI 2019 – Renungan Pagi

104 Kali dibaca, Diterbitkan: 6 January 2019        


 

HARI MINGGU EPIFANIA

GB.32:1 – Berdoa

ALLAH TIDAK LUPA

Yesaya 49:14-21
… Aku tidak melupakan engkau (ay.15)

Kita pernah mengalami perjumpaan dengan seseorang, kita mengenali wajahnya, tetapi lupa namanya atau kita tahu kerumahnya, tapi ketika diminta menyebut alamatnya kita tidak tahu. Allah tidak demikian, Allah berbeda dengan manusia, Allah mengenal umat-Nya satu persatu. Allah mengerti umat sampai di relung hati yang paling dalam. Allah sangat tahu umat berada dimana serta bersama siapa. Sebagai contoh, pemilik pabrik yang menghasilkan sesuatu dengan nomor seri dan kode tertentu tidak akan mengetahui barang hasil pabriknya digunakan oleh siapa. Masih terawatkah atau sudah rusak? Berbeda dengan Allah yang mengetahui segalanya.

Saudaraku, situasi umat di zaman nabi Yesaya sangat sulit. Dikatakan di ayat 7 umat dihina, dibenci banyak orang, dan dipandang dengan perasaan jijik. Tidak heran dalam situasi seperti itu umat merasa ditinggalkan Allah. Umat harus menghadapi hari-hari kedepan tanpa Allah. Kita ketahui bahwa Sion adalah tempat yang sangat berarti bagi umat sebab disitulah pusat peribadahan umat.

Sion juga merupakan tempat yang kokoh kuat, dan tak bisa digeser sebegitu pula umat berkata “Tuhan telah meninggalkan aku, Tuhan telah melupakan aku.” Seruan umat diperhatikan Allah “AKU tidak melupakan engkau”. Janji itu dikokohkan oleh kalimat: “AKU telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku, tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku”. Artinya Tuhan sendiri membangun persekutuan yang erat dan melekat pada umat.

Memasuki hari minggu pertama tahun yang baru 2019 ini, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak melupakan umat-Nya. Pertanyaannya apakah kita sebagai umat yakin akan janji Allah tersebut? Lalu apakah kita juga membangun persekutuan yang erat dan melekat pada Allah? Mari bersyukur, karena Tuhan mengingat kita. Tuhan tidak melupakan umat-Nya.

GB 32 ; 2
Doa : (Terimakasih ya Tuhan atas pemeliharaan-Mu kepada kami senantiasa)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *