MINGGU, 9 SEPTEMBER 2018 – Renungan Malam

23 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 September 2018        


 

KJ 250:1,3 – Berdoa

DIHAMBAT MAKIN MERAMBAT

Kisah Para Rasul 6:13-15
“…mereka memajukan saksi-saksi palsu…mereka melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat.”‘ (ay.13,15)

Bagi orang Yahudi, ada dua hal yang sangat berharga. Pertama, Bait Allah. Hanya di sana saja persembahan dapat dilaksanakan dan hanya di sana Allah dapat disembah dengan sungguh. Kedua, Taurat yang tidak akan pernah diubah. Namun, Stefanus melihat bahwa Bait Allah harus dirobohkan dan Taurat menjadi jalan masuk ke Injil, yang menjadikan kekristenan tersebar ke seluruh pelosok dunia. Stefanus menyatakan hal itu. Tidak ada yang dapat membantah argumentasinya. Oleh karena itu, pada saat logika dan argumen tidak lagi berjalan, orang-orang Yahudi mengambil jalan kekerasan dengan menangkap Stefanus. Karirnya dipatahkan, namun penuh arti bahwa dialah yang dengan berani menyaksikan kekristenan tidak hanya untuk orang Yahudi, melainkan merupakan tawaran Allah kepada seluruh dunia ini (Kis.7:1-53)

Apa yang mendorong Stefanus berani melakukan semua itu? Karena Roh Allah mendorong dan memberi karunia yang membuatnya mampu berkata-kata dengan hikmat dari Allah. Tanda Stefanus dituntun oleh kuasa Allah ketika bersaksi / menyampaikan pembelaannya, semua orang yang hadir dalam sidang mahkamah agama melihat wajahnya seperti wajah malaikat. Hal itu semakin membuat mereka takut, dan makin terdorong secepatnya menghabisi Stefanus demi meredam rasa takut.

Nyawa Stefanus memang tidak tertolong, tapi darah martir yang tertumpah justru semakin memekarkan benih-benih iman pengikut Kristus untuk kuat bertahan melampaui rasa takut terhadap kematian. Orang Kristen di seluruh dunia berhutang pada para martir yang menjadi fondasi gereja untuk bertahan sampai agama Kristen diakui menjadi agama Negara di seluruh Kekaisaran Romawi dan kini tersebar ke seluruh penjuru dunia. Terpujilah nama Tuhan Yesus Kristus.

KJ.250:4
Doa : (Ya Bapa, teguhkan hati kami untuk tetap setia bersaksi tentang nama-Mu meskipun di tengah keadaan yang mengancam jiwa)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *