PraPaskah, Paskah – Sudahkah kita mengetahuinya…

3,027 Kali dibaca, Diterbitkan: 10 March 2015        


PENGANTAR
Pra-Paskah (bahasa Inggris: Lent; bahasa Latin: Quadragesima, “ke-40”) adalah masa yang mendahului hari raya Paskah dalam agama Kristen. Masa ini mencakup empat puluh hari mulai hari Rabu Abu sampai hari Minggu Paskah, dengan berbagai liturgi yang diakhiri sampai Kamis Putih, menjelang peringatan 3 peristiwa amat penting yaitu Kematian Yesus pada hari Jumat Agung, yang dilanjutkan dengan penguburannya dan masa tinggalnya di dalam kubur, serta kebangkitan-Nya dari kematian pada hari Minggu Paskah.
Kalau Paskah memperingati kebangkitan Yesus setelah kematiannya di atas kayu salib, masa Pra-Paskah berhubungan dengan persiapan Pekan Suci, yang memperingati kejadian yang menuju ke Pengadilan Yesus terakhir oleh Kekaisaran Romawi. Ini terjadi di antara tahun 29-33 Masehi.
Secara tradisional, Pra-Paskah ini merupakan persiapan penyesalan orang percaya, melalui doa, penyesalan, pertobatan, pemberian sedekah, dan mengingkari diri. Tujuan ini lebih ditekankan saat memasuki masa perayaan tahunan Pekan Suci, yaitu peristiwa Kematian dan Kebangkitan Yesus. Ada empat puluh hari dalam masa pra-paskah yang ditandai dengan berpantang dari makanan dan kenikmatan, dan sikap penyesalan lainnya. Hal ini merujuk pada peristiwa yang dicatat di kitab-kitab Injil Sinoptik (Injil Matius, Injil Markus dan Injil Lukas, bahwa Yesus Kristus berpuasa 40 hari 40 malam lamanya di padang gurun sebelum memulai pekerjaan-Nya, di mana Ia dicobai oleh Iblis.

URUTAN PERINGATAN
RABU ABU
APA ITU RABU ABU? Rabu Abu adalah permulaan Masa Prapaskah, yaitu masa pertobatan, pemeriksaan batin dan berpantang guna mempersiapkan diri untuk Kebangkitan Kristus dan Penebusan dosa kita.
Mengapa dinamakan Rabu Abu? Sejak lama, bahkan berabad-abad sebelum Kristus, abu telah menjadi tanda tobat. Misalnya, dalam Kitab Yunus dan Kitab Ester. Ketika Raja Niniwe mendengar nubuat Yunus bahwa Niniwe akan ditunggangbalikkan, maka turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. (Yunus 3:6). Dan ketika Ester menerima kabar dari Mordekhai, anak dari saudara ayahnya, bahwa ia harus menghadap raja untuk menyelamatkan bangsanya, Ester menaburi kepalanya dengan abu (Ester 4C:13). Bapa Pius Parsch, dalam bukunya “The Church’s Year of Grace” menyatakan bahwa “Rabu Abu Pertama” terjadi di Taman Eden setelah Adam dan Hawa berbuat dosa. Tuhan mengingatkan mereka bahwa mereka berasal dari debu tanah dan akan kembali menjadi debu. Oleh karena itu: “Ingatlah, kita ini abu dan akan kembali menjadi abu” atau “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”.
Dalam upacara kuno, orang-orang Kristen yang melakukan dosa berat diwajibkan untuk menyatakan tobat mereka di hadapan umum. Pada Hari Rabu Abu, Imam memberkati kain kabung yang harus mereka kenakan selama empat puluh hari serta menaburi mereka dengan abu. Kemudian sementara umat mendaraskan Tujuh Mazmur Tobat, orang-orang yang berdosa berat itu diusir dari gereja, sama seperti Adam yang diusir dari Taman Eden karena ketidaktaatannya. Mereka tidak diperkenankan masuk gereja sampai Hari Kamis Putih setelah mereka memperoleh rekonsiliasi dengan bertobat sungguh-sungguh selama empat puluh hari dan menerima Sakramen Pengakuan Dosa. Sesudah itu semua umat, baik umum maupun mereka yang baru saja memperoleh rekonsiliasi, bersama-sama mengikuti Misa untuk menerima abu.
Sekarang semua umat menerima abu pada Hari Rabu Abu. Yaitu sebagai tanda untuk mengingatkan kita untuk bertobat, tanda akan ketidak-abadian dunia, dan tanda bahwa satu-satunya Keselamatan ialah dari Tuhan Allah kita.
Abu yang digunakan pada Hari Rabu Abu berasal dari daun-daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya yang telah dibakar. Setelah Pembacaan Injil dan Homili abu diberkati. Abu yang telah diberkati oleh gereja menjadi benda sakramentali.

PRAPASKAH
APA ITU MASA PRAPASKAH? Masa Prapaskah adalah masa pertumbuhan jiwa kita. Kadang-kadang jiwa kita mengalami masa-masa kering di mana Tuhan terasa amat jauh. Masa Prapaskah akan mengubah jiwa kita yang kering itu. Masa Prapaskah juga membantu kita untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti mementingkan diri sendiri dan suka marah.
Banyak orang mengikuti retret setiap tahun. Retret itu semacam penyegaran jiwa. Kita membebaskan diri dari segala beban dan segala rutinitas sehari-hari. Tujuannya agar kita dapat meluangkan waktu untuk memikirkan dan mendengarkan Tuhan. Masa Prapaskah boleh dianggap sebagai suatu Retret Agung selama 40 hari. Yaitu saat untuk mengusir semua kekhawatiran dan ketakutan kita supaya kita dapat memusatkan diri pada Sahabat kita dan mempererat hubungan kita dengan-Nya. Sahabat itu, tentu saja, adalah Tuhan. Kita dapat mempererat hubungan kita dengan-Nya dengan berbicara kepada-Nya dan mendengarkan-Nya. Cara lain yang juga baik adalah dengan membaca bagaimana orang lain membangun persahabatan dengan Tuhan di masa silam. Kitab Suci adalah bacaan yang tepat atau bisa juga kita membaca kisah hidup para rasul.
Akhirnya, hanya ada dua kata untuk menyimpulkan apa itu Masa Prapaskah, yaitu: “NIAT” dan “USAHA”. Misalnya saja kita berniat untuk lebih mengasihi sesama, kita juga berniat untuk tidak lagi menyakiti hati sesama. Salah satu alasan mengapa kita gagal memenuhi niat kita itu adalah karena kita kurang berusaha. Kitab Suci mengatakan “roh memang penurut, tetapi daging lemah”. Di sinilah peran Masa Prapaskah, yaitu membangun karakter yang kuat. Kita berusaha untuk menguasai tubuh dan pikiran kita dengan berlatih menguasai diri dalam hal-hal kecil. Oleh karena itulah kita melakukan silihLihat Catatan [*1]: Silih (reparation); selama Masa Prapaskah. Sebagai contoh: kita dapat berpantang permen atau rokok atau pun pantang menonton program TV yang paling kita sukai. Dengan berpantang kita belajar mengendalikan diri. Jika kita telah mampu menguasai diri dalam hal-hal kecil, kita dapat meningkatkannya pada hal-hal yang lebih serius.
Berlatih menguasai diri baru sebagian dari usaha. Tidaklah cukup hanya berhenti melakukan suatu kebiasaan buruk, tetapi kita juga harus memulai suatu kebiasaan baik untuk menggantikan kebiasaan buruk kita itu. Misalnya saja membaca Kitab Suci setiap hari, berdoa, membaca Sabda Bina Umat atau Sabda Guna Darma / Krida secara teratur. Jadi jangan hanya duduk diam saja, LAKUKAN SESUATU. “Bertobatlah dan percayalah kepada Injil” lalu kemudian memulai hidup baru bagi jiwamu!
Catatan [*1] Silih (reparation) merupakan konsep teologis yang berkaitan dengan penebusan dan keadilan sehingga berkaitan dengan misteri yang terdalam dalam iman Kristiani. Iman Kristiani mengajarkan bahwa manusia telah jatuh dari keadaan asalnya (keadaan pada saat diciptakan), dan melalui penjelmaan Kristus, sengsara dan wafat-Nya, Ia telah menebus dan mengembalikan manusia kembali sampai ke tingkat tertentu keadaan asalnya tersebut. Meskipun Tuhan dapat saja mengampuni tanpa menghendaki keadilan (harga yang harus dibayar) dalam penebusan dosa manusia itu, namun kebijaksanaan-Nya tidak menentukan demikian. Ia menghendaki agar dipenuhi suatu keadilan, sesuatu yang harus dibayar untuk segala luka yang telah diperbuat oleh manusia kepada-Nya. Adalah baik bagi pendidikan manusia bahwa kesalahannya dapat berakibat bahwa sesuatu harus dilakukan untuk menebusnya. Dan penebusan ini telah dilakukan dengan adil kepada Allah Bapa, melalui penderitaan, wafat Kristus Sang Allah Putera yang menjelma menjadi manusia bagi kita. Dengan ketaatan yang dilakukan dengan sukarela untuk menderita dan wafat di kayu salib, Yesus Kristus menebus bagi kita ketidaktaatan dan dosa. Dengan demikian Ia membuat silih terhadap keagungan Tuhan yang telah terganggu oleh kekejaman manusia ciptaan-Nya. Kita dikembalikan kepada kondisi rahmat melalui jasa kematian Kristus, dan rahmat itu memampukan kita untuk menambahkan/ menggabungkankan doa- doa kita, perbuatan dan percobaan kita kepada segala yang dialami oleh Kristus, seperti dikatakan oleh Rasul Paulus yang “menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” (Kol 1:24). Oleh karena itu kita dapat membuat silih demi keadilan Tuhan, bagi pelanggaran dosa kita sendiri, dan dengan adanya persekutuan para kudus yang tergabung dalam Tubuh Mistik Kristus, kita sebagai sesama anggota Kristus, dapat juga membuat silih bagi dosa- dosa sesama kita.

MINGGU PALMA / SENGSARA
MINGGU PALMA adalah hari peringatan dalam liturgi gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19. Dalam perayaan ini dikenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum Ia disalibkan. Masuknya Yesus Kristus ke kota suci Yerusalem adalah hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem. Dalam liturgi Minggu Palem, umat dibagikan daun palem dan ruang gereja dipenuhi ornamen palem.
• Awal dari Pekan Suci.
• Peringatan tentang masuknya Mesias ke Yerusalem.
• Ibadah biasanya mencakup pembacaan kisah penderitaan – kisah penangkapan Yesus, penderitaan dan kematiannya.
• Gereja merayakan masuknya Kristus ke Yerusalem untuk menggenapi misteri paskahnya, ketika menurut Kitab-kitab Injil Yesus dengan rendah hati mengendarai seekor keledai masuk ke Yerusalem. Hal ini mengingatkan akan prosesi kemenangan Daud dan rakyat meletakkan daun-daun palma di tanah di hadapannya.
• Pada hari ini, sebuah prosesi dengan daun-daun palma (atau ranting-ranting pohon berdaun lainnya, misalnya daun zaitun) berlangsung di banyak paroki dan ranting-ranting ini diberkati oleh imam.
MINGGU SENGSARA adalah hari-hari (sekitar seminggu) kehidupan Yesus Kristus menjelang peristiwa penyaliban-Nya sampai mati, yang diikuti dengan penguburan-Nya dan mencapai puncaknya pada waktu kebangkitan-Nya dari kematian. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dicatat terperinci dalam bagian Perjanjian Baru di Alkitab Kristen, terutama dalam keempat Injil utama, yaitu ketiga Injil Sinoptik (Matius, Markus dan Lukas) dan Injil Yohanes. Manurut perhitungan para pakar Alkitab, hal ini terjadi pada tahun 30-33 M – Lihat Catatan [*2]: Urutan Kejadian MINGGU PALMA / SENGSARA

KAMIS PUTIH
KAMIS PUTIH adalah hari Kamis sebelum Paskah, pada Hari Raya Pekan Suci ini umat Kristen mempunyai tradisi memperingati Perjamuan Malam terakhir yang dipimpin oleh Yesus. Hari ini adalah salah satu hari terpenting dalam kalender Gereja. Ini adalah hari pertama dari hari raya Paskah, yang dimulai pada pukul 6 sore, dan berlangsung 7 hari. Hari Kamis Putih ini juga disebut Kamis Suci. (bahasa Inggris: Holy Thursday)
Ritual Perjamuan Malam setelah ini pada setiap kebaktian diperingati sebagai perayaan Perjamuan Kudus. Pada kebaktian malam ini, Pendeta juga mencuci kaki umat sebagai peringatan Yesus yang mencuci kaki para muridnya dalam perjamuan terakhir, pelayanan Yesus di dunia sebelum kematian-Nya.
• Hari ini memperingati Perjamuan Terakhir Kristus dan ke-12 muridnya.
• Pada bagian Gloria, semua lonceng gereja dibunyikan.Kemudian lonceng-lonceng itu tidak akan berbunyi lagi hingga Malam Paskah.
• Pada Kamis Putih, pemimpin ibadah seringkali merayakan ritus pencucian kaki; di sini kaki umat (pada umumnya, kaki dari 12 laki-laki) dibasuh.

JUMAT AGUNG
JUMAT AGUNG adalah Hari Jumat sebelum Minggu Paskah, hari peringatan Penyaliban Yesus Kristus dan wafatNya di Golgota.
Hari kematian itu sendiri tidak dicatat jelas di Alkitab. Ada yang menduga jatuh pada hari Rabu, tetapi lebih banyak yang menempatkan pada hari Jumat. Berdasarkan rincian kitab suci mengenai Pengadilan Sanhedrin atas Yesus, dan analisis ilmiah, peristiwa penyaliban Yesus sangat mungkin terjadi pada hari Jumat, namun tanggal terjadinya tidak diketahui dengan pasti, dan akhir-akhir ini diperkirakan terjadi pada tahun 33 Masehi, oleh dua kelompok ilmuwan, dan sebelumnya diperkirakan terjadi pada tahun 34 Masehi oleh Isaac Newton via perhitungan selisih-selisih antara kalender Yahudi dan kalender Julian dan besarnya bulan sabit
• Gereja berduka karena kematian Kristus, menghormati karya Salib, dan mengagumi kehidupan-Nya atas ketaatan-Nya sampai mati.
• Ruangan Gereja dikosongkan dari berbagai benda perhiasan, termasuk kain penutup altar dan lilin-lilin, sebagai tanda penghormatan.
• Pada hari ini, jalan Salib seringkali didoakan di dalam atau di luar gedung Gereja.
• Ibadah di gereja disertai Sakramen Perjamuan.

SABTU SUCI
SABTU SUCI atau Sabtu Sunyi atau Sabtu Sepi (bahasa Latin: Sabbatum Sanctum – “Hari Sabat Suci”) (Juga dikenal sebagai Sabtu Hitam.) adalah hari setelah Jumat Agung dan sebelum Minggu Paskah. Sabtu Suci merupakan hari terakhir dalam Pekan Suci yang dirayakan oleh orang Kristen sebagai persiapan perayaan Paskah. Hari Sabtu Suci memperingati pada saat tubuh Yesus Kristus dibaringkan di kubur setelah pada hari Jumat Agung mati disalibkan. Keesokan harinya (Paskah) Yesus bangkit dari kematiannya.
• Hari ini dirayakan dalam keadaan sunyi dan dengan doa yang memperingati Kristus yang telah wafat dan berada di dalam kubur.

KEBAKTIAN MALAM PASKAH
KEBAKTIAN MALAM PASKAH adalah kebaktian yang diadakan di kebanyakan gereja Kristen sebagai perayaan resmi pertama untuk merayakan kebangkitan Yesus. Pada masa lalu, di kebaktian inilah anak-anak menerima baptisan dan orang-orang dewasa menjalankan katekumen. Kebaktian ini dapat diadakan pada waktu setelah matahari tenggelam pada Sabtu Suci hingga matahari terbit pada Minggu Paskah, namun umumnya diadakan pada Sabtu sore.

PASKAH
PASKAH (bahasa Latin: Páscha, bahasa Yunani: Πάσχα, Paskha; bahasa Aram: פַּסחא‎ Pasḥa; dari bahasa Ibrani: פֶּסַח Pesaḥ) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai “anak domba Paskah”; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan, dan pada hari yang ketiga bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus, seperti yang tercatat di dalam keempat Injil di Perjanjian Baru. Perayaan ini juga dinamakan Minggu Paskah, Hari Kebangkitan, atau Minggu Kebangkitan.
Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya “hari kelima puluh” – hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus). Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma. Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.
Paskah merupakan salah satu hari raya yang berubah-ubah tanggalnya (dalam kekristenan disebut dengan perayaan yang berpindah) karena disesuaikan dengan hari tertentu (dalam hal ini hari Minggu), bukan tanggal tertentu di dalam kalender sipil. Hari raya-hari raya Kristen lainnya tanggalnya disesuaikan dengan hari Paskah tersebut dengan menggunakan sebuah formula kompleks. Paskah biasanya dirayakan antara akhir bulan Maret hingga akhir bulan April (kekristenan ritus Barat) atau awal bulan April hingga awal bulan Mei (kekristenan ritus Timur) setiap tahunnya, tergantung kepada siklus bulan. Setelah ratusan tahun gereja-gereja tidak mencapai suatu kesepakatan, saat ini semua gereja telah menerima perhitungan Gereja Aleksandria (sekarang disebut Gereja Koptik) yang menentukan bahwa hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah, yaitu bulan purnama pertama yang hari keempat belasnya (“bulan purnama” gerejawi) jatuh pada atau setelah 21 Maret (titik Musim Semi Matahari/vernal equinox gerejawi)

Catatan [*2] Urutan kejadian MINGGU PALMA / SENGSARA

Berdasarkan Kalender Yahudi maka peristiwa itu bermula dari tanggal 9 bulan pertama (Abib atau Nisan) dengan tibanya Yesus Kristus dari Yerikho ke Betania, sampai tanggal 18 Abib di mana Yesus Kristus bangkit dari kematian. Perhitungan hari Yahudi dimulai dari petang hari sampai sore hari berikutnya, jadi malam hari merupakan permulaan suatu hari.

9 Abib
Enam hari sebelum Paskah Yesus tiba di Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati Yohanes 12, Yohanes 12:1 Paskah dirayakan pada malam hari menjelang tanggal 15 Abib sesuai perintah Tuhan kepada Musa dalam Kitab Keluaran pasal 12. Jadi 6 hari sebelumnya jatuh pada tanggal 9.

10 Abib (malam)
Di Betania diadakan perjamuan untuk Yesus yang dilayani oleh Marta, seorang sahabat dekatnya.Yohanes 12:2 Perjamuan itu diadakan di rumah Simon si kusta Matius 26:6; Markus 14:3 Salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus yang pernah dibangkitkan dari kematian. Lihat Yohanes 11 untuk kisah Yesus membangkitkan Lazarus.
Yesus diurapi
Ketika perjamuan berlangsung, Maria, saudara Marta dan Lazarus, mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. Yohanes 12:2-8 a b Matius 26:6-13; Markus 14:3-9

10 Abib (pagi)
Yesus dielu-elukan di Yerusalem
Sumber: Matius 21:1-11, Markus 11:1-10, Lukas 19:28-44, Yohanes 12:12-19.
Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem, mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!” Yohanes 12:12-13 Di dekat Yerusalem dan tiba dekat Betfage dan Betania yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh murid-murid-Nya mengambil seekor keledai muda dan induknya, lalu Ia naik ke atas mereka. Matius 21:1-3; Markus 11:1-3; Lukas 19:28-31; Yohanes 12:14
• Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan. Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. Dan orang banyak yang berjalan di depan Yesus dan yang mengikuti-Nya dari belakang berseru, katanya: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi!” Matius 21:8-9; Markus 11:8-10; Lukas 19:36-38
• Ketika Yesus telah dekat dan melihat kota Yerusalem, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.” Lukas 19:41-44
• Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Dan orang banyak itu menyahut: “Inilah nabi Yesus dari Nazaret di Galilea.” Matius 21:10-11
• Sesampainya di Yerusalem Yesus masuk ke Bait Allah. Di sana Ia meninjau semuanya, tetapi sebab hari sudah hampir malam Ia pergi ke luar Yerusalem. Markus 11:11

11 Abib (malam)
Ketika hari sudah hampir malam, Yesus keluar ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya. Markus 11:11

11 Abib (pagi)
Yesus mengutuk pohon ara. Markus 11:12-14
Yesus menyucikan Bait Allah Sumber: Matius 21:12-17; Markus 11:15-19; Lukas 19:45-48
• Sesudah Yesus masuk ke Bait Allah, Ia mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah. Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati dan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah. Yesus berkata kepada mereka: “Bukankah ada tertulis: Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa? Tetapi kamu ini telah menjadikannya sarang penyamun.” Matius 21:12-13; Markus 11:15-17
• Maka datanglah orang-orang buta dan orang-orang timpang kepada-Nya dalam Bait Allah itu dan mereka disembuhkan-Nya. Tetapi ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat melihat mujizat-mujizat yang dibuat-Nya itu dan anak-anak yang berseru dalam Bait Allah: “Hosana bagi Anak Daud!” hati mereka sangat jengkel, lalu mereka berkata kepada-Nya: “Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?” Kata Yesus kepada mereka: “Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?” Matius 21:14-16
• Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia, sebab mereka takut kepada-Nya, melihat seluruh orang banyak takjub akan pengajaran-Nya. Markus 11:18

12 Abib (malam)
• Ketika hari sudah hampir malam, Ia meninggalkan mereka dan pergi ke luar kota ke Betania bersama dengan kedua belas murid-Nya dan bermalam di situ. Matius 21:17; Markus 11:19

12 Abib (pagi)
Pohon ara yang sudah kering. Markus 11:20-21; Matius 21:18-20
Nasihat Yesus tentang doa. Markus 11:22-26; Matius 21:21-22

Pertanyaan-pertanyaan dan pengajaran di Bait Allah
• Yesus tiba di Bait Allah. Markus 11:27
• Pertanyaan mengenai kuasa Yesus. Matius 21:23-27; Markus 11:27-33; Lukas 20: Lukas 20:1-8
o Perumpamaan tentang dua orang anak. Matius 21:28-32
o Perumpamaan tentang penggarap-penggarap kebun anggur. Mas 21:33-44; Mas 12: Mas 12:1-12; Lukas 20:9-19
o Usaha menangkap Yesus dibatalkan. Matius 21:45-46
o Perumpamaan tentang perjamuan kawin. Matius 22: Matius 22:1-14
• Tentang membayar pajak kepada Kaisar. Matius 22:15-22; Markus 12:13-17; Lukas 20:20-26
• Pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan. Matius 22:23-33; Markus 12:18-27; Lukas 20:27-39
• Hukum yang terutama. Matius 22:24-40; Markus 12:28-34
• Hubungan antara Yesus dan Daud. Matius 22:41-45; Markus 12:35-37; Lukas 20:41-44
• Sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada Yesus. Matius 22:46, Markus 12:34, Lukas 20:40

Kecaman terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi
• Yesus menasihatkan supaya hati-hati dan waspada terhadap ahli-ahli Taurat. Markus 12:38-40; Lukas 20:45-47
• Yesus mengecam ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Matius 23; Matius 23:1-36
• Keluhan terhadap Yerusalem. Matius 23:37-39
• Persembahan seorang janda miskin. Markus 12:41-44; Lukas 21: Lukas 21:1-4

Ke luar dari Bait Allah
Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi ke luar kota Yerusalem. Maka datanglah murid-murid-Nya berbicara dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah serta mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan. Seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!” Lalu Yesus berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Kau lihat gedung-gedung yang hebat ini? Aku berkata kepadamu, apa yang kamu lihat di situ–akan datang harinya di mana sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Matius 24: Matius 24:1-2; Markus 13: Markus 13:1-2; Lukas 21:5-6

13 Abib (malam)
Setelah pada siang hari Yesus mengajar di Bait Allah, pada malam hari Ia keluar dan bermalam di gunung yang bernama Bukit Zaitun. Lukas 21:37
Khotbah di atas Bukit Zaitun
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, datanglah murid-murid-Nya — Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas — bertanya dan bercakap-cakap sendirian kepada-Nya: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia? Apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya.” Matius 24:3; Markus 13:3-4; Lukas 21:7
• Maka mulailah Yesus mengajar mereka (dalam bahasa Inggris, rangkaian pengajaran ini disebut Olivet Discourse; =”Pengajaran di bukit Zaitun”)
• Permulaan penderitaan. Matius 24:4-14; Markus 13:5-13; Lukas 21:8-19
• Siksaan yang berat, runtuhnya Yerusalem dan Mesias-mesias palsu. Matius 24:15-28; Markus 13:14-23; Lukas 21:20-24
• Kedatangan Anak Manusia; Perumpamaan tentang pohon ara. Matius 24:29-36; Markus 13:24-32, Lukas 21:25-33
• Nasihat supaya berjaga-jaga. Matius 24:37-44; Markus 13:33-37; Lukas 21:34-36
• Perumpamaan tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Matius 24:45-51
• Perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh. Matius 25: Matius 25:1-13
• Perumpamaan tentang talenta. Matius 25:14-30
• Penghakiman terakhir. Matius 25:31-46

Pemberitahuan keempat tentang penderitaan Yesus
Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.” Matius 26; Matius 26:1-2

13 Abib (pagi)
Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi, yaitu tanggal 15 Abib. Dan pagi-pagi semua orang banyak datang kepada-Nya di dalam Bait Allah untuk mendengarkan Dia. Lukas 21:38

Rencana untuk membunuh Yesus
Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas. Imam-imam kepala dan ahli-ahli itu Taurat mencari jalan dan merundingkan suatu rencana untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat. Tetapi mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.” Matius 26:3-5; Markus 14: Markus 14:1-2; Lukas 22: Lukas 22:1-2
Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka. Yudas berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya. Mereka membayar 30 uang perak kepadanya. Yudas Iskariot menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak. Matius 26:14-16; Markus 14:10-11; Lukas 22:3-6 Injil Matius dan Markus menghubungkan pengkhianatan Yudas ini dengan ketidaksenangannya atas teguran Yesus, sewaktu murid-murid mengecam Maria yang mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang mahal. Matius 26:6-13; Markus 14:3-9 Injil Yohanes mencatat bahwa peristiwa pengurapan ini terjadi pada tanggal 10 Abib malam di rumah Simon si kusta di Betania. Yohanes 12:1-8

14 Abib (malam)
Persiapan Perjamuan Malam
Maka tibalah hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, yaitu hari di mana orang harus menyembelih domba Paskah, sebelum hari raya Paskah mulai. Datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” Lalu Yesus menyuruh Petrus dan Yohanes, kata-Nya: “Pergilah, persiapkanlah perjamuan Paskah bagi kita supaya kita makan.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Matius 26:14-19; Markus 14:12-16; Lukas 22:7-13; Yohanes 13:1

Perjamuan Terakhir
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. Matius 26:20-29;Markus 14:17-25; Lukas 22:14-38; Yohanes 13, 14, 15, 16, 17

Yesus ditangkap
Sesudah Yudas pergi, Yesus memulai pengajarannya, tetapi tidak terus di tempat itu. Yesus dan murid-murid-Nya menyanyikan nyanyian pujian, kemudian pergi ke Bukit Zaitun, sementara terus memberikan pengajaran. Matius 26:30-35, Markus 14:26-31, Lukas 22:39
Yesus dan murid-murid-Nya pergi ke seberang sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yohanes 18:1 Tempat itu bernama Getsemani dan di sana Yesus berdoa. Matius 26:36-46; Markus 14:32-42; Lukas 22:40-46 Di tempat itu Yesus ditangkap oleh serombongan orang yang membawa pedang dan pentung, disuruh oleh imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua, yang diantar oleh Yudas Iskariot. Matius 26:47-56; Markus 14:43-52; Lukas 22:47-53; Yohanes 18:2-11

Yesus diadili di depan Hanas dan Kayafas
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia. Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar. Yohanes 18:12-14, 18-23 Setelah menanyai sambil menyiksa, maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu. Matius 26:57-68; Markus 14:53-65; Lukas 22:54,63-65, Yohanes 18:24

Petrus menyangkal Yesus
Pada waktu itulah Simon Petrus menyangkali Yesus tiga kali. Matius 26:69-75; Markus 14:66-72; Lukas 22:54-62; Yohanes 18:15-17, 25-27

14 Abib (pagi)
Yesus diadili di depan Sanhedrin
Setelah hari siang (fajar menyingsing) berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka (Sanhedrin) dan sudah bulat mupakatnya mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Lalu bangkitlah seluruh sidang itu, mereka membelenggu Yesus, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pontius Pilatus, wali negeri Provinsi Iudaea, karena mereka tidak diperbolehkan membunuh seseorang tanpa melalui pengadilan Romawi. Matius 27: Matius 27:1-2; Markus 15: Markus 15:1; Lukas 22:66-71; 23:1

Penyesalan Yudas
Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang 30 perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.” Matius 27:3-10

Yesus diadili di depan Pontius Pilatus dan Herodes
Mereka membawa Yesus dari rumah Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu, supaya jangan menajiskan diri, sebab mereka hendak makan Paskah (yaitu sore hari itu juga). Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan mereka dan berkata: “Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini?” Jawab mereka kepadanya: “Jikalau Ia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!” Kata Pilatus kepada mereka: “Ambillah Dia dan hakimilah Dia menurut hukum Tauratmu.” Kata orang-orang Yahudi itu: “Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang.” Demikian hendaknya supaya genaplah firman Yesus, yang dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati, yaitu bukan dirajam dengan batu sebagaimana adat Yahudi, melainkan disalibkan sesuai hukum Romawi. Yohanes 18:28-32 Maka kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya: “Engkau inikah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.” Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia. Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: “Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran. Kata Pilatus kepada imam-imam kepala dan seluruh orang banyak itu: “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.” Matius 27:11-14; Markus 15:2-5; Lukas 23: Lukas 23:2-4; Yohanes 18:33-38 Tetapi mereka makin kuat mendesak, katanya: “Ia menghasut rakyat dengan ajaran-Nya di seluruh Yudea, Ia mulai di Galilea dan sudah sampai ke sini.” Ketika Pilatus mendengar itu ia bertanya, apakah orang itu seorang Galilea. Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem. Lukas 23:5-7
Herodes sangat girang melihat Yesus, karena ia sering mendengar tentang Dia, lagipula ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda. Ia mengajukan banyak pertanyaan kepada Yesus, tetapi Yesus tidak memberi jawaban apapun. Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. Lukas 23:8-12
Lalu Pilatus mengumpulkan imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin serta rakyat, dan berkata kepada mereka: “Kamu telah membawa orang ini kepadaku sebagai seorang yang menyesatkan rakyat. Kamu lihat sendiri bahwa aku telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya. Dan Herodes juga tidak, sebab ia mengirimkan Dia kembali kepada kami. Sesungguhnya tidak ada suatu apapun yang dilakukan-Nya yang setimpal dengan hukuman mati. Jadi aku akan menghajar Dia, lalu melepaskan-Nya.” Lukas 23:13-16
Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak. Dan pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya yang bernama Yesus Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” Tetapi mereka berteriak bersama-sama: “Enyahkanlah Dia, lepaskanlah Barabas bagi kami!” Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak dan berkata: “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu urusan kamu sendiri!” Dan seluruh rakyat itu menjawab: “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami!” Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan. Matius 27:15-26; Markus 15:6-15; Lukas 23:17-25; Yohanes 18:39-40; 19:1-16

Yesus disalibkan
Setelah dijatuhi hukuman mati, serdadu-serdadu wali negeri membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian-Nya dan mengenakan jubah ungu kepada-Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Matius 27:27-31; Markus 15:16-20; Yohanes 19:17 Kemudian para serdadu Romawi menggiring Yesus, disuruh memikul kayu salib-Nya sambil berjalan, keluar dari benteng Antonia ke tempat penyaliban-Nya. Dalam perjalanan, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene yang baru datang dari luar kota bernama Simon. Markus mengenal orang ini sebagai ayah Aleksander dan Rufus. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus pada bahunya. Matius 26:2; Markus 15:21; Lukas 23:26
Yesus digantungkan pada kayu salib dengan dipaku kedua tangan-Nya. Yohanes 20:25 Ia mulai digantung di salib sejak sekitar pukul 9 pagi. Markus 15:25 Pada pukul 12 siang sampai pukul 3 sore kegelapan melanda daerah itu. Matius 27:45; Markus 15:33; Lukas 23:44

14 Abib (sore)
Yesus mati
Kematian Yesus terjadi setelah jam 3 sore dan sebelum jam 6 malam. Pada saat yang sama, domba Paskah disembelih di Bait Suci. Ketika Yesus mati, Injil mencatat bahwa tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, Matius 27:51; Markus 15:38; Lukas 23:45 dan terjadilah gempa bumi. Matius 27:51 Datanglah prajurit-prajurit untuk mematahkan kaki orang-orang yang disalib, supaya cepat mati dan mayat-mayat dapat diturunkan. Hal ini atas permintaan orang-orang Yahudi kepada Pilatus, berhubung hari itu hari persiapan sebelum Paskah Yahudi. Ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air. Yohanes 19:31-34

Yesus dikuburkan
Yusuf dari Arimatea, seorang anggota Majelis Besar (Sanhedrin) yang terkemuka, kaya, Matius 27:57; Markus 15:43; Lukas 23:50-51 dan sembunyi-sembunyi menjadi murid Yesus, Yohanes 19:38 mengambil inisiatif meminta Gubernur Pontius Pilatus untuk menyerahkan mayat Yesus kepadanya supaya dikuburkan. Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. Maka ia memanggil kepala pasukan dan bertanya kepadanya apakah Yesus sudah mati. Sesudah didengarnya keterangan kepala pasukan, ia berkenan memberikan mayat itu kepada Yusuf Markus 15:44-45.
Setelah mendapat izin dari Pilatus, Yusuf pergi memberi kain lenan yang putih bersih, kemudian menurunkan mayat Yesus dari kayu salib Markus 15:46. Juga Nikodemus, datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus Yohanes 3:1. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya Yohanes 19:39. Yusuf dan Nikodemus mengapani mayat Yesus dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat Yohanes 19:40.
Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang, milik Yusuf dari Arimatea, yang digalinya di dalam bukit batu Matius 27:60 Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi dan sabat hampir mulai, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ Yohanes 19:42 Kemudian digulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu. Markus 15:46; Matius 27:60 Maka setelah pintu kubur ditutup, orang-orang segera pergi untuk mengikuti aturan hukum sabat, yaitu tidak boleh bekerja lagi atau berjalan jauh, dan terutama mereka juga mempersiapkan diri makan malam untuk merayakan Paskah Yahudi.

15 Abib (pagi)
Pagi harinya sesudah hari persiapan, yaitu Hari Pertama Perayaan Roti Tidak Beragi, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah 3 hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ke-3; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama.” Matius 27:62-64 Kata Pilatus kepada mereka: “Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya.” Tiga hari ini berarti tanggal 15-17 penanggalan Romawi yang berakhir pada tanggal 17 malam (menjelang tanggal 18 pagi). Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. Matius 27:65-66

16 Abib (pagi)
Setelah lewat hari Sabat Agung (hari Paskah Yahudi), Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah dan minyak mur untuk nantinya dibawa pergi ke kubur guna meminyaki Yesus Markus 16:1.

17 Abib
Pada hari Sabat orang-orang beristirahat menurut hukum Taurat. Lukas 23:56

18 Abib (malam)
Pada malam itu terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga kubur itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Matius 28:2-4

18 Abib (pagi)
Kubur Yesus didapati kosong
Setelah hari-hari Sabat (bahasa Yunani asli dalam bentuk jamak) lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain (menurut Markus, Maria ibu Yakobus), menengok kubur itu Matius 28:1. Injil Yohanes mencatat bahwa Maria Magdalena berangkat terlebih dahulu ketika hari masih gelap Yohanes 20:1, sedangkan yang lain, menurut Injil Markus, berangkat setelah matahari terbit Markus 16:2.

Yesus menampakkan diri
• Kepada perempuan-perempuan yang datang ke kubur (tanpa Maria Magdalena) ketika mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Matius 28:8-10
• Kepada Maria Magdalena. Yohanes 20:11-18
• Kepada Simon Petrus. Lukas 24:34

18 Abib (sore)
Yesus menampakkan diri
• Kepada dua orang murid yang berjalan ke Emaus. Lukas 24:13-32
• Kepada para murid (tanpa Yudas Iskariot dan Tomas). Lukas 24:3

Diambil dari berbagai sumber. Untuk kalangan sendiri
Categories: Artikel, Kesaksian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *